TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertamina Gelontorkan Rp 36 Triliun untuk Proyek Strategis

Nurdian Akhmad
30 July 2018 | 15:17
rubrik: BUMN
Direksi Pertamina Dirombak, Ada Apa?

Kantor Pusat Pertamina/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia –  Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, PT Pertamina (Persero) saat ini tengah menggarap 29 proyek strategis dengan nilai lebih dari Rp 36 triliun.

Proyek strategis itu ang dibagi dalam 4 kategori, yakni pembangunan Terminal BBM dan pipanisasi, pembangunan Terminal LPG, perbaikan dan pengembangan sarana tambat, serta pembangunan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) beserta dengan sarana penunjang lainnya.

Pertamina mengalokasikan dana lebih dari Rp 36 Triliun, di mana senilai Rp 20 Triliun difokuskan untuk proyek strategis khususnya di wilayah Timur Indonesia.

“Berbagai proyek strategis tersebut untuk memperkuat distribusi BBM dan LPG, khususnya di wilayah timur Indonesia, sekaligus mendukung program-program pemerintah, seperti BBM Satu Harga dan Program Konversi Minyak Tanah ke LPG di wilayah timur Indonesia,” ujar Adiatma dalam keterangan tertulis, Senin (30/7/2018).

Menurut Adiatma, dari 29 proyek strategis tersebut, sebanyak 10 proyek dengan nilai Rp 4,9 triliun ditujukan untuk pembangunan Terminal BBM dan pipanisasi guna mendukung pola suplai yang lebih efisien. Sebanyak 4 proyek di antaranya berlokasi di wilayah Timur Indonesia yakni Pengembangan Terminal BBM Maumere, Pengembangan Terminal BBM Bau-bau, Pengembangan Terminal BBM Biak, serta penambahan Tangki Timbun di 14 lokasi lainnya di wilayah Timur Indonesia.

Sedangkan untuk pembangunan Terminal LPG sebanyak 12 proyek senilai Rp 10 Triliun, diperlukan guna mendukung program konversi minyak tanah ke LPG di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan proyek ini juga bertujuan untuk mengefisienkan pola suplai dengan menghilangkan Floating Storage and Offloading (FSO) yang selama ini digunakan sebagai media penampungan sementara.

“Khusus untuk wilayah timur Indonesia, Pertamina membangun 4 proyek Terminal LPG Pressurized di Bima, Kupang, Wayame dan Jayapura,” imbuh Adiatma.

BACA JUGA:   Pertamina Uji Biodiesel Sejauh 50.000 Km

Sementara untuk meningkatkan kehandalan operasi serta konektivitas antar pulau sejalan dengan pengembangan bandara baru, Pertamina tengah melakukan pembangunan 3 DPPU beserta dengan sarana penunjang lainnya senilai Rp 3,4 Triliun. Sedangkan untuk meningkatkan kehandalan supply via laut, Pertamina saat ini mengeksekusi 4 proyek perbaikan dan pengembangan sarana tambat kepelabuhan senilai Rp 1,6 Triliun.

Tags: pertamina
Previous Post

Ditopang Residensial, Penjualan PP Properti Melonjak 80%

Next Post

Ditutup Menguat, IHSG Kembali Tembus Level 6.000

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR