Jakarta, BusinessNews Indonesia—Potensi sumber migas (minyak dan gas) Indonesia sebenarnya sangat memadai. Dan masih jauh dari kekuatiran bakal habis.
“Yang menjadi tugas kita, adalah mengolah potensi tersebut menjadi cadangan minyak untuk dieksplorasi,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu Prabawa Taher, dalam wawancara dengan Majalah BusinessNews Indonesia, di Jakarta.
Wisnu mengatakan bahwa untuk memercepat proses pengubahan potensi sumber migas itu menjadi cadangan minyak, SKK Migas melakukan banyak hal.
Satu di antara itu yakni dengan menyediakan data yang lebih lengkap dan update, sehingga investor migas lebih tertarik dalam berinvestasi di sektor hulu migas Indonesia. “Kami menanamkan investasi yang cukup signifikan untuk perbaikan data-data tersebut,” kata Wisnu.
Lebih lanjut, Wisnu mengatakan bahwa dalam rencana bauran energi yang dirancang pemerintah Indonesia, di tahun 2025 jatah penggunaan energi fosil dan batu bara, juga masih besar. Yakni di angka 40% sampai 45%.
“Oleh karena itu, kami terus mendorong pengintensifan eksplorasi migas di Indonesia,” kata dia.
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa, dalam persentase 40% sampai 45% tersebut, volume permintaan migas dari masyarakat tentunya semakin tinggi daripada yang sekarang.
“Jadi, kita perlu dukungan dari semua pemangku kepentingan untuk mengejar pemenuhan [persentase] 40% sampai 50% itu,” kata dia.
