TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Meroket 49,52%, Saham FILM Langsung Autoreject

Busthomi
7 August 2018 | 14:29
rubrik: Capital Market
Meroket 49,52%, Saham FILM Langsung Autoreject

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Perusahaan yang bergerak di bidang studio perfilman, PT MD Pictures Tbk atau FILM secara resmi mencatatkan sahamnya di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sayangnya, emiten ke-31 di 2018 yang melaksanakan initial public offering (IPO) tersebut justru dalam transaksi pertamanya langsung mengalami autoreject atau dihentikan secara otomatis karena lajunya terlalu kencang.

Terlihat, saham FILM terlalu meroket sebesar 49,52% atau 104 poin ke level Rp 314 dari harga saham perdananya sebesar Rp210 per saham.

Padahal saham FILM itu ditransaksikan hanya 1 kali dengan volume sebanyak 101 lot itu telah menghasilkan nilai transaksi Rp 3,17 juta.

Dalam acara listing tersebut, Direktur Utama MD Pictures Manoj Punjabi menyebutkan, melalui IPO tersebut perseroan mempunyai kesempatan yang lebih luas lagi untuk mengembangkan bisnis perseroan, karena investor bisa mulai melirik industri film.

“Langkah ini sebagai langkah besar tak hanya bagi MD Pictures, tapi juga bagi industri film Indonesia. Ini adalah tanggung jawab yang besar karena sudah naik level. Sehingga kami harus lebih transparan dan terbuka,” ujar Manoj di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Dalam IPO tersebut, perseroan menawarkan sebanyak 1.307.770.000 saham biasa yang mewakili 13,75 persen dari modal saham setelah IPO. Selain menerbitkan saham baru, perseroan juga melaksanakan obligasi wajib konversi atau mandatory convertible bond (MCB) sebanyak 119.047.000 saham.

Sehingga dengan IPO itu, perusahaan dengan kode saham FILM tersebut mampu mengantongi dana hingga Rp274,63 miliar.

Perseroan akan menggunakan dana yang diperoleh dari penawaran umum itu untuk pengembangan bisnis film, kontrak esklusif (lock up) dengan artis dan sutradara, pengembangan HAKI, dan pengembangan film animasi.

Perseroan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Dari sisi kinerja keuangan, MD Pictures membukukan penjualan bersih Perseroan per 20 Februari 2018 adalah sebesar Rp89,56 miliar, angka ini naik sebesar Rp56,83 miliar atau sebesar 173,65% bila dibandingkan dengan penjualan bersih Perseroan pada 28 Februari 2017 lalu.

BACA JUGA:   BEI Desak SOCI Lebih Transparan ke Publik

Kenaikan tersebut disebabkan adanya penjualan film dalam bentuk digital sebesar Rp35,31 miliar dan kenaikan penjualan film melalui layar lebar yang didorong oleh film seperti Ayat-Ayat Cinta 2. Sehingga per 28 Februari 2018 tercatat total aset perseroan mencapai Rp1,069 triliun.

“Selama ini, dunia film selalu diremehkan padahal dunia film adalah senjata ampuh untuk mempengaruhi mindset kita. Film adalah inspiring nation bukan hanya tentang bisnis yang valuable, tapi juga harus inspiring people,” ucap dia.

Tags: filmmd pictures
Previous Post

ALAMI Dorong Penetrasi Pendanaan Syariah Melalui Wirausaha Perempuan

Next Post

HUT ke-28, Adira Finance Gelar Festival Pesona Lokal di 9 Kota

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR