Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini kemungkinan bisa kembali tertahan. Untuk itu, laju rupiah sangat tergantung pada sentimen positik dalam negeri.
Mengutip Bloomberg pada sesi pembukaan pagi ini, mata uang Republik Indonesia itu dibuka di level Rp 14.435 atau menguat tipis 4 poin atau 0,03 persen dari penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 13.439.
Menurut analis pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, kembali terapresiasinya USD dapat menahan peluang Rupiah untuk dapat bergerak positif.
“Sehingga diperkirakan, pelaku pasar pun akan memanfaatkan kondisi tersebut dengan meningkatkan permintaan atas USD pada hari ini,” ungkap Reza dalam analisis proyeksi rupiah, Kamis (9/8/2018).
Untuk itu, kata dia, diharapkan masih adanya sentimen positif dari dalam negeri agar dapat menahan potensi pelemahan Rupiah tersebut.
“Makanya, pelaku pasar tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ujarnya.
Reza pun memperkirakan, laju rupiah pada hari ini diproyeksi akan bergerak di kisaran 14.436-14.425.
Lebih jauh dia menegaskan, pada perdagangan kemarin, terapresiasinya laju USD seiring dengan pernyataan Tiongkok yang akan mengenakan tarif kembali atas barang-barang impor dari Tiongkok, membuat laju rupiah tertahan.
Sedang di sisi lain, lanjut Reza, sikap Tiongkok tersebut membuat laju CNY melemah. Kondisi inipun juga dibarengi dengan pelemahan GBP seiring dengan masih berlanjutnya pembahasan terkait Brexit (Britanian Exit).
“Pelemahan kedua mata uang tersebut membuat laju USD menguat dan pada akhirnya berimbas pada pergerakan Rupiah dimana kenaikannya menjadi terbatas,” papar dia.
