Jakarta, BusinessNews Indonesia -PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sampai dengan tanggal 7 Agustus 2018 total fund raising atau penggalangan dana dari proses pencatatan 31 emiten baru sudah mencapai Rp12 triliun. Angka tersebut telah melebihi capaian di sepanjang 2017 lalu.
Menurut Direktur Utama BEI, Inarno Djayadi fekuensi perdagangan saham harian sudah meningkat mencapai 392 ribu kali dan merupakan yang tertinggi di ASEAN.
“Kondisi tersebut karena ditopang oleh aktivitas investor yang mencapai nilai tertingginya hingga 43 ribu investor per hari,” ujar dia saat perayaan acara ulang tahun pasar modal ke-41, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/8/2018).
Hal itu terjadi, kata dia, karena pihak BEI sudah meng-upgrade sistem perdagangan dan meningkatkan kapasitas perdagangan hingga dua kali lipat atau 15 juta order dan 7,5 juta transaksi per hari.
“Ini untuk mewujudkan penyelenggaraan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan eflsien di pasar modal,” ujar dia.
Selain itu, lanjut Inarno, availability sistem perdagangan juga meningkat menjadi 99.982 persen yang didukung oleh data center level tier-3.
“Dalam memperingati 41 tahun diaktifknnya kembali pasar modal Indonesia, saat ini BEI mengusung tema Menuju Pasar Modal Modern di Era Ekonomi Digital,” ucapnya.
Dari sisi nilai kapitalisasi, kata dia, pasar modal Indonesia telah bertumbuh sebanyak 2,52 juta kali, yakni pada 1977 nilai kapitalisasi sebesar Rp2,73 miliar dan per 8 Agustus 2018 mencapai Rp6.870,7 triliun.
