Jakarta, BusinessNews Indonesia – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ternyata kembali menunjukkan pelemahan. Rupiah masih butuh banyak sentimen positif dari dalam negeri.
Mengutip Bloomberg, Jumat (10/8/2018), rupiah dibuka di posisi 14.439 atau melemah cukup dalam yakni 23 poin dari posisi penutupan perdagangan kemarin di level 14.416.
Menurut analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, laju rupiah sangat mungkin akan diuji ketahanannya dalam menghadapi kenaikan USD. “Sehingga pergerakannya juga terdapat peluang pelemahan di perdagangan hari ini,” ungkap Reza, di Jakarta, Jumat (10/8/2018).
Dia sendir memproyeksi laju rupiah hari ini cukup positif dengan pergerakan di kisaran 14.415-14.400. “Hal ini karena pergerakan Rupiah yang dapat mengimbangi penguatan USD diharapkan dapat kembali terjadi seiring masih adanya sentimen positif dari dalam negeri. Apalagi sudah pengumuman nama capres-cawapres (calon presiden-calon wakil presiden) 2019 nanti,” katanya.
Untuk itu, kanjyt Reza, diharapkan sentimen dari dalam negeri masih dapat kembali positif untuk dapat mengimbangi sentimen global. “Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” kata dia.
Pada perdagangan kemarin, jelas Reza, USD juga kembali menguat seiring dengan harapan adanya pengenaan tarif impor. Hal itu membuat defisit neraca perdagangan AS dengan mitra dagangnya, terutama Tiongkok akan semakin mengecil.
Selain itu, ungkap Reza, laju USD juga terbantukan dengan adanya kenaikan data-data ketenagakerjaan. Di sisi lain, pergerakan Rupiah juga terbantukan dengan sejumlah sentimen positif dari dalam negeri.
“Seperti ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2018 Perlakuan Perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di bidang usaha pertambangan mineral oleh Pemerintah hingga adanya pasangan capres dan cawapres itu diharapkan akan diterima pelaku pasar,” tutur dia.
