Jakarta, BusinessNews Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat tahun 2019 yang akan menjadi tahun politik dianggap tak akan berdampak serius terhadap kinerja pasar modal.
Hal itu karena proses pesta demokrasi berupa pelihan umum (Pemilu) dan pemilihan presiden (Pilpres) yang akan dihelat dirasa cukup aman dan bisa direspon positif pelaku pasar.
Menurut Kepala Eksekutif Bidang Pengawasan Pasar Modal OJK, Hoesen, performa politik selama ini diapresiasi positif pasar, apalagi proses pemilihannya juga menggunakan pemilihan langsung. Dan ini disebut proses yang paling aman di dunia.
“Kita sebagai otoritas dan SRO (self regulatory organization) melihatnya berdasar pengalaman Pemilu 2009 atau 2014 lalu rasanya sih tidak ada dampak atau kejadian yang signifikan. Artinya politik di kita diapresiasi karena pemilihan langsung yang paling aman sedunia,” papar dia, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dia menyebut, selama ini dalam proses politik tidak pernah ada kerusuhan atau tak pernah ada kejadian yang bisa mengganggu perekonomian nasional.
“Jadi ya kami optimis, mudah-mudahan insya Allah pemilihan tahun 2019 pun akan berlangsung dengan baik. Dan tren tahun politik mestinya akan menjaga stabilitas ekonomi seperti pemilu-pemilu sebelumnya,” terang Hoesen
Seperti diketahui, proses Pilpres 2019 nanti sudah memiliki dua pasang capres dan cawapres. Mereka adalah pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Merespon kedua pasangan tersebut yang dideklarasikan semalam, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun dibuka di zona hijau ke 6.084. Atau menguat 19 poin dari penutupan kemarin di level 6.065.
