Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Trimitra Propertindo Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham LAND. Emiten di sektor properti ini menjadi emiten ke-597 sebagai perusahaan terbuka.
Perseroan melakukan proses penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) sebanyak 773,3 juta lembar saham perseroandi harga Rp390 per saham.
Jumlah saham baru yang dilepas perseroan ini setara dengan 27,69 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO itu. Dan diperkirakan, perseroan berpotensi mengantongi dana sebanyak Rp301,6 miliar.
Menurut Direktur Utama Trimitra Propertindo, Suryadi Tan, dana segar yang akan dikantongi oleh perseroan itu sebanyak 66 persen akan digunakan untuk pembangunan proyek tower II apartemen Parkland Avenue yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan.
“Sedang sekitar 18 persen untuk modal kerja. Dan sekitar 16 persen untuk pembayaran sebagian utang di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN),” ungkap Suyadi di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (23/8/2018).
Lebih jauh dia menegaskan, langkah perseroan untuk melakukan IPO di tahun ini merupakan bagian dari visi perseroan untuk menjadi perusahaan yang senantiasa bertumbuh mengikuti perkembangan yang ada.
“Akhirnya kami sampai di sini juga. Saya atas nama manajemen berterima kasih untuk seluruh profesi penunjang mengantar perusahaan untuk tercatat di BEI. Hari ini LAND tercatat di BEI mengusung spirit to grow dalam setiap langkahnya,” tegas dia.
Penetapan harga ini berada di posisi terbawah dari rentang harga yang ditawarkan selama periode penawaran awal (bookbuilding) pada 13-30 Juli 2018, yakni antara Rp390-Rp495 per saham.
Penetapan harga ini, lanjuta dia, didasarkan atas kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan, permintaan dari calon investor berkualitas, kinerja keuangan perseroan, data dan informasi serta status perkembangan terakhir perseroan.
Dalam proses pencatatan perdana ini, saham LAND naik 195 poin atau 50 persen ke level Rp 585. Saham ini ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 2.000 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 117 juta.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna berharap Trimitra Propertindo dapat membangun hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder yang ada.
“Semoga transparansi dijaga dengan baik, dijaga performance dan juga market performance, bagaimana menjaga hubungan baik dengan stakeholder yang ada,” ujar Nyoman.
