Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan kembali menerbitkan surat utang atau obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahap III tahun 2018 dengan nilai Rp3 triliun. Total dana PUB I sendiri yang diincar emiten bersandi BMRI dari pasar modal itu mencapai Rp14 triliun.
Pihak BMRI sendiri menargetkan bisa melakukan masa penawaran umum pada 17-18 September 2018 nanti. Kemudian pada 22 September sebagai tanggal efektifnya dan pada 24 September sebagai pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurut Direktur Utama BMRI Kartika Wirjoatmodjo dalam surat yang dikirim ke BEI itu, obligasi ini dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) oleh para penjamin pelaksana emisi efek.
“Serta nantinya diterbitkan tanpa warkat dengan tingkat bunga (kupon) tetap sebesar 8,5 persen per tahun, berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi,” ujar dia dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (4/9/2019).
Obligasi ini sendiri, kata dia, sudah mendapat hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan AAA (triple A) alias stable outlook. Level seperti ini tentu sangat menguntungkan bagi investor. Sementara bagi pelaku pasar yang tertarik, jumlah minimum pemesanan pembelian obligasi ini harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.
“Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100 persen dari jumlah pokok obligasi. Dan bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi,” kata Tiko.
Pembayaran bunga obligasi pertama, kata dia, akan dilakukan pada tanggal 21 Desember 2018 sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada tanggal 21 September 2023. Tanggal itu juga merupakan tanggal pelunasan pokok dari obligasi
“Pembayaran pokok obligasi itu dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat tanggal jatuh tempo,” pungkas dia.
Sebelumnya, PUB I tahap I dan II sendiri sudah diterbitkan di tahun-tahun sebelumnya. Pada tahap I tahun 2016, BMRI mengumpulkan dana sebanyak Rp5 triliun dan untuk tahap II 2017 dana yang dikoleksi mencapai Rp6 triliun.
