Jakarta, BusinessNews Indonesia – Penjualan semen dan klinker PT Holcim Tbk sepanjang semester I 2018 naik 5,9 persen menjadi Rp 4,45 triliun. Kenaikan penjualan ini dipengaruhi oleh peningkatan penjualan selepas masa libur Lebaran yang jatuh lebih awal dibandingkan tahun lalu.
“Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan pasar yang membaik. Bagi Holcim, ini merupakan sebuah bukti nyata strategi yang sangat ampuh memperkenalkan peluang-peluang yang inovatif kepada masyarakat luas,” kata Presiden Direktur Holcim Indonesia, Gary Schutz dalam siaran persnya, Rabu (5/9/2018).
Dia menghargai upaya Pemerintah untuk melanjutkan pembangunan di seluruh wilayah negara, yang diharapkan akan mendorong potensi-potensi baru bermunculan seperti pada sektor perumahan, komersial, serta sarana dan pra sarana umum.
Gary mengatakan, konsumsi semen nasional mengalami pengalaman yang cukup tinggi hingga 30 juta ton pada awal tahun 2018, di perkirakan naik sekitar 3% berbeda dengan tahun lalu. Sedangkan EBITDA Operasional Holcim turun menjadi Rp 233 milyar karena beban dari kenaikan biaya energi untuk produksi per ton semen.
Ke depan, Holcim menargetkan peningkatan harga penjual dan pertumbuhan hingga 6% seiring membaiknya kondisi pasar, dengan kemudahan kredit yang akan mendorong rasa positif kepemilikan properti dan kebutuhan semen.
Holcim memperkenalkan kemasan baru PowerMax; produk semen yang baru secara halus khusus untuk pekerjaan struktural dan beton. Hadir dengan warna baru dan berbeda, kemasan baru ini menampilkan kualitas dari PowerMax yang mampu menghasilkan struktur bangunan lebih kuat, waktu kerja lebih cepat dan hasil akhir dengan kualitas 100% terbaik.
PT Holcim Indonesia Tbk (Holcim Indonesia) adalah sebuah perusahaan asal Indonesia mayoritas sahamnya (80,65%) dimiliki dan dikelola oleh LafargeHolcim Group, yang berbasis di Swiss, produsen semen terbesar di dunia dengan total lebih dari 81,000 karyawan dan beroperasi di 80 negara di seluruh benua yang ada di dunia. (mg1)
