
Jakarta, businessnews.id — Analis pasar modal, Ahmad Nurcahyadi, menyatakan bahwa IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada tahun ini di angka 5.083,5 pada tingkat optimis. Sedangkan untuk tingkat moderat, di angka 4.822,63. ”Dan tingkat pesimis berada pada angka 4.501,72,” kata dia di Jakarta hari ini.
“Namun, IHSG akan kembali mengarah ke tingkat melebih asumsi optimisnya jika The Federal Reserve tidak menaikkan tingkat suku bunga tahun ini,” ujarnya.
Ada sejumlah kondisi yang memungkinkan IHSG menembus 5.200.
Yakni, bila The Fed tidak menghabiskan stimulus sebesar USD 30 juta miliar; dari faktor internal, jika nilai tukar Rupiah terhadap USD tidak menembus Rp 11.500; current account defisit pada kisaran 2,5 persen hingga 3 persen; harga komoditi sampai pada keseimbangan tidak turun atau naik dengan kisaran 2,5 persen hingga 3 persen.
Namun, kata dia, angka 5.200 itu sukar terjadi. “Sebab, empat variabel itu harus terjadi bersamaan. Maka, IHSG di tahun ini akan di 4.822,63 atau di tingkat moderat.”
Sebelumnya, sejumlah analis pasar modal menyebut bahwa setelah Pemilihan Umum Presiden 2014, IHSG akan menembus 5.400. (ZIZ)
EDITOR: DHI