Jakarta, BusinessNews Indonesia—Ketika nilai tukar Rupiah terhadap USD merosot belakangan ini dan bisa menyebabkan naiknya harga properti, satu hal bisa jadi dilakukan konsumen kelas atas.
“Yakni, kelas atas yang hobi membeli rumah kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, akan lebih itung-itungan,” kata pengamat properti Budi Santoso, di Jakarta belum lama ini, dalam wawancara dengan Majalah BusinessNews Indonesia.
Budi mengatakan bahwa, di saat tren ekonomi dan pasar properti terus memburuk, konsumen tersebut akan lebih memilih punya dana tunai ketimbang membeli properti.
“Sebab, membeli properti itu kan sebenarnya mengharuskan mengeluarkan biaya ekstra seperti perawatan dan lain-lain, bila tidak bisa disewakan,” kata dia.
Dikatakan, bila terus berlanjut, penguatan USD ke Rupiah bisa menyulitkan pasar properti dari berbagai segmen.
Pewawancara: Ayu Dewanti/Reza Rafsanjani
