Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pafa hari ini mulai menunjukkan keperkasaannya usai beberapa hari terpuruk.
Mengutip Bloomberg, Kamis (13/9/2018), rupiah dibuka di level Rp14.810 atau menguat dari penutupan kemarin di posisi 14.832. Bahkan tak lama setelah dibuka, laju rupiah juga kian menghijau ke angka 14.785 atau naik 47,5 poin.
Menurut analis pasar uang dari AAEI, Reza Priyambada kembali adanya sejumlah berita dan penilaian positif terhadap ekonomi Indonesia telah membuat nilai tukar rupiah berada di zona hijau.
“Dengan adanya serangkaian upaya yang dilakukan Pemerintah itu diharapkan masih bertahan untuk membuat laju Rupiah tetap pada kenaikannya,” ungkap Reza, dalam daily report-nya, Kamis (13/9/2018).
Dia berharap, tren pelemahan Rupiah yang berkurang itu juga diharapkan dapat kembali berlanjut. “Tapi tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” saranya.
Dengan kondisi rupiah yang menguat itu, Reza pun memprediksi pergerakan rupiah hari ini akan berada di rentang 14.840-14.827.
“Ternyata aanya penilaian upaya Pemerintah untuk kembali menarik aliran modal asing di tengah volatilitas yang terjadi pada sejumlah negara emerging market telah memberikan dorongan pada Rupiah,” kata dia.
Ditambah lagi, lanjut dia, adanya kenaikan tingkat suku bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) dari Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menjadi berita positif.
Tingkat bunga penjaminan dalam rupiah dan valas di bank umum masing-masing naik 25 bps menjadi 6,5 persen dan 50 bps menjadi sebesar 2 persen.
“Ini dilakukan untuk mengakomodasi pengetatan moneter dan kecenderungan risiko likuiditas yang lebih tinggi akibat meningkatnya penyaluran kredit,” jelas Reza
