Jakarta, BusinessNews Indonesia—Politisi dari Partai Golkar, Agun Gunandjar, mengatakan di Jakarta (20/9/2018) bahwa Rumah Pancasila milik masyarakat Indonesia, kini merupakan bagian dari lingkungan global. Dalam hal ini, Rumah Pancasila bersua dengan sejumlah isu eksternal seperti demokrasi, hak asasi, dan lain-lain.
“Sementara, dalam bidang ekonomi, kita bertemu dengan isu liberalisasi ekonomi,” kata Agun dalam diskusi publik yang digelar oleh Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima).
Agun mengatakan, terkait isu liberalisasi ekonomi, solusi yang bisa dijalankan adalah dengan efisiensi perekonomian melalui politik anggaran. Dan munculnya dana desa merupakan wujud hal tersebut.
“Tahun 2018, dana desa nilainya sudah melebihi Rp 50 triliun. Rakyat Indonesia banyak yang bermukim di desa maka dana tersebut sangat perlu,” kata dia.
Lebih lanjut, Agun mengatakan bahwa dana desa itu akan membangkitkan perekonomian di 76.000-an desa seluruh Indonesia. “Sebenarnya, alokasi dari dana APBN bisa senilai Rp 120 triliun. Tetapi mengingat kesiapan pihak desa harus dipertimbangkan, dana itu diperbesar secara bertahap.”
Ketika Rumah Pancasila menjadi bagian lingkungan global, konsep penyelamatan yang perlu diambil adalah dengan kembali ke UUD 1945.” Di sini, kedaulatan dikembalikan ke rakyat antara lain melalui Pemilihan Umum,” kata dia.
