Jakarta, TopBusiness—Smartfren Telecom berencana menambah nilai modal dasar dari Rp 27,77 triliun menjadi Rp 63 triliun. Untuk itu, Smartfren berencana melakukan tambahan saham melalui HMETD (hak memesan efek terlebih dulu) dan PMTHMETD (penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dulu ).
Hari ini, emiten tersebut melalui RUSPLB (rapat umum pemegang saham luar biasa), akan meminta persetujuan untuk HMETD dan PMTHMETD.
Dalam keterbukaan informasi oleh otoritas Bursa Efek Indonesia yang dilansir kemarin sore, ada dijelaskan bahwa manajemen Smartfren membutuhkan dana tambahan untuk berbagai hal.
Itu seperti membayar utang/kewajiban; modal kerja; dan tambahan investasi.
Smartfren untuk tahun pembukuan 2017 masih membukukan rugi bersih.”Oleh karena itu, kami merencanakan menambah modal melalui HMETD dan PMTHMETD. Perseroan juga berencana menambah modal dengan menambah jumlah saham C”, demikian penjelasan manajemen Smartfren.
Keterbukaan informasi tersebut menjelaskan bahwa, di kuartal pertama 2018, Smartfren membukukan rugi periode berjalan senilai Rp 684.992.000.000. Sementara, untuk tahun pembukuan 2017, total kerugian emiten tersebut di Rp 3.024.921.000.000.
Adapun jumlah aset Smartfren per kuartal pertama 2018 senilai Rp 24.201.649.000.000. Per akhir tahun 2017, nilai tersebut senilai Rp 24.114.500.000.000.
Penulis/Editor: Achmad Adhito
