Jakarta, TopBusiness – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja perbankan nasional mulai awal tahun hingga Juli 2018. Dari beberapa bank itu, ternyata kinerja Bank BUMN relatif apik. Dari sisi laba empat bank pelat merah itu mampu meraih angka Rp 40,64 triliun.
Data yang dirilis OJK dan dikutip Selasa (25/9/2018), bank BUMN yang terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menorehkan total laba bersih hingga Rp 40,64 triliun.
“Dengan angka tersebut berarti mengalami kenaikan 15,77% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year) yakni sebesar Rp 35,11 triliun,” begitu rilis resmi OJK, Selasa (25/9/2018).
Kondisi ini dianggap sangat positif di tengah era suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih tinggi dan likuiditas keuangan yang cukup ketat. Pasalnya kondisi tersebut bisa membuat laju kredit bank BUMN itu melorot.
Hingga Juli 2018, laba bersih emapt bank BUMN itu mengalami pertumbuhan dua digit. Pertumbuhan terkecil diraih BBRI, meski begitu secara angka BRI tetap meraup laba yang paling besar yakni Rp 16,75 triliun atau naik 11,61% (yoy) dari sebelumnya Rp15,01 triliun. Kemudian laba bersih BMRI mencapai Rp 13,89 triliun atau meroket 21,97% (yoy) dari semula Rp11,38 triliun.
Lalu laba BBNI sebesar Rp8,29 triliun atau melonjak 14,31% (yoy) dari sebelumnya Rp7,25 triliun. Dan terakhir laba bersih BBTN berhasil meraih angka sebesar Rp 1,7 triliun alias naik 15,77% (yoy) yang semula Rp1,45 triliun.
Bank-bank BUMN sendiri, disebut OJK, dalam meningkatkan kinerjanya menggunakan langkah dengan mendorong porsi dana murah alias current account and saving account (CASA) perseroan yang tentu bisa menekan biaya dana perbankan serta dengan cara meningkatkan fee based income. (Tomy)
