TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

OJK: Bunga Tinggi, Laba Bank BUMN Naik 15,77 Persen

Busthomi
25 September 2018 | 17:37
rubrik: Ekonomi
Sinergi ATM Bank BUMN Berpotensi Hemat Rp7 Triliun

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja perbankan nasional mulai awal tahun hingga Juli 2018. Dari beberapa bank itu, ternyata kinerja Bank BUMN relatif apik. Dari sisi laba empat bank pelat merah itu mampu meraih angka Rp 40,64 triliun.

Data yang dirilis OJK dan dikutip Selasa (25/9/2018), bank BUMN yang terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menorehkan total laba bersih hingga Rp 40,64 triliun.

“Dengan angka tersebut berarti mengalami kenaikan 15,77% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year) yakni sebesar Rp 35,11 triliun,” begitu rilis resmi OJK, Selasa (25/9/2018).

Kondisi ini dianggap sangat positif di tengah era suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih tinggi dan likuiditas keuangan yang cukup ketat. Pasalnya kondisi tersebut bisa membuat laju kredit bank BUMN itu melorot.

Hingga Juli 2018, laba bersih emapt bank BUMN itu mengalami pertumbuhan dua digit. Pertumbuhan terkecil diraih BBRI, meski begitu secara angka BRI tetap meraup laba yang paling besar yakni Rp 16,75 triliun atau naik 11,61% (yoy) dari sebelumnya Rp15,01 triliun. Kemudian laba bersih BMRI mencapai Rp 13,89 triliun atau meroket 21,97% (yoy) dari semula Rp11,38 triliun.

Lalu laba BBNI sebesar Rp8,29 triliun atau melonjak 14,31% (yoy) dari sebelumnya Rp7,25 triliun. Dan terakhir laba bersih BBTN berhasil meraih angka sebesar Rp 1,7 triliun alias naik 15,77% (yoy) yang semula Rp1,45 triliun.

Bank-bank BUMN sendiri, disebut OJK, dalam meningkatkan kinerjanya menggunakan langkah dengan mendorong porsi dana murah alias current account and saving account (CASA) perseroan yang tentu bisa menekan biaya dana perbankan serta dengan cara meningkatkan fee based income. (Tomy)

BACA JUGA:   Harapan Menko Perekonomian terhadap Industri Hulu Migas
Previous Post

IGCN Gandeng APP Sinar Mas dan Martha Tilaar Berdayakan Komunitas Hutan

Next Post

Integrasi Transaksi Tol JORR Berlaku Efektif 29 September 2018

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR