TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bantu Stabilkan Kurs, Adaro Transaksikan US$ 1,7 Miliar Pakai Rupiah

Nurdian Akhmad
3 October 2018 | 13:58
rubrik: Business Info
Bantu Stabilkan Kurs, Adaro Transaksikan US$ 1,7 Miliar Pakai Rupiah

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Guna membantu upaya pemerintah menstabilkan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS, PT Adaro Energy, Tbk memutuskan untuk melakukan transaksi bisnisnya menggunakan rupiah dengan beberapa mitra kerjanya.

Tahun ini, Adaro menargetkan transaksi yang bisa dikonversi ke rupiah sebanyak US$ 1,7 miliar atau setara dengan Rp 25 triliun.

Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir mengatakan US$ 1,7 miliar merupakan transaksi pembayaran Adaro ke beberapa mitra kerja. Boy sapaan akrab Garibaldi mengatakan langkah ini merupakan salah satu dukungan pengusaha kepada negara untuk bisa menstabilkan posisi rupiah atas dolar AS.

“Semoga impact-nya bisa kasih sesuatu yang positif buat negara. Jadi dengan ini kita sama-sama pembayaran transaksi yang tadinya pakai dolar AS, kita sekarang bayar pakai rupiah,” ujar Boy di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Dalam satu tahun  Adaro biasanya melakukan transaksi dolar AS hampir US$ 2 miliar . Namun, kata Boy, karena kesepakatan dengan mitra kerja untuk melakukan transaksi melalui rupiah maka Boy mengubah pola transaksi.

“Setahun total transaksi yang pakai dolar sekitar US$ 1,9-2 miliar. Ini transaksi sama tiga komponen. Satu, komponen pajak dan royalti, lalu komponen besar fuel, lalu kontraktor mine kita. yang sisanya kecil kecil sih,” ujar Boy.

Boy merinci, transaksi dalam satu tahun transaksi Adaro terdiri dari pembayaran royalti sebesar US$ 600-700 juta per tahun. Sedangkan transaksi ke Pertamina untuk membayar bahan bakar sekitar US$ 400-500 juta per tahun. Ketiga, transaksi ke kontraktor pengerukan batubara sekitar US$ 600- 700 juta per tahun.

BACA JUGA:   Kontrak PSC Akan Ditandatangani Saat IPA 2025
Tags: adaro
Previous Post

DSLNG Kirim Tim Tanggap Darurat ke Palu

Next Post

Lepas 52 Persen Saham, SAPX Kantongi Rp 108 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR