Jakarta, TopBusiness – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) siap membangun hunian untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Timur melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Namun begitu, dana yang disiapkan ternyata tak murni dari pihak perbankan yang digandeng yakni PT BPD Bank Jawa Timur Tbk (BJTM). Melainkan ada sumbangsih dari pemerintah yakni Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dengan kondisi itu, menurut Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo pihak perbankan tidak perlu khawatir dengan ketersediaan likuiditas mereka. Sebab SMF telah menyediakan dana khusus yang bisa digunakan oleh mereka jika ingin menyalurkan program FLPP bagi MBR ini.
“Sehingga Bank Jatim secara resmi mulai menyalurkan FLPP ini bagi MBR dengan skema baru 75%:25%. Jadi bank otomatis tidak mengeluarkan modal sendiri. Mereka hanya tinggal memasarkan saja,” kata Heliantopo di Jakarta yang ditulis, Jumat (5/4/2018).
Skema baru itu, kata dia, mengacu pada Surat Keputusan Menteri PUPR No.463/2018 dan mulai diberlakukan 20 Agustus 2018 ini untuk memberi kemudahan bagi perbankan dalam menyalurkan program FLPP bagi MBR.
Skema tersebut adalah komposisi 75% dari nilai kredit itu akan dibiayai oleh BLU PPDPP Kemen PUPR, sementara sisanya yang 25% ditanggung oleh pihak SMF.
“Ini meringankan BPD seperti Bank Jatim. Mereka bisa dikatakan tidak mengeluarkan likuiditas untuk melaksanakan program KPR FLPP ini,” jelas dia.
Sebelumnya, Heliantopo menyebut SMF telah melakukan penandatanganan kerjasama bipartit antara SMF-Bank Jatim dan SMF-Bank Jatim Syariah (UUS), dalam rangka Penyaluran Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera bagi MBR untuk porsi pendanaan bank sebesar 25%, dalam program KPR-FLPP.
“Program KPR FLPP ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri PU-PR RI Nomor: 463/KPTS/M/2018 Tentang Proporsi Pendanaan Pembiayaan/Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera,” ujar Heliantopo.
SMF sendiri menyediakan dana hingga Rp 2 triliun untuk keperluan program ini di seluruh Indonesia. Kerjasama dengan Bank Jatim ini, kata dia, merupakan kerjasama pertama yang dilakukan di Jawa Timur, pasca dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri PUPR No.463/2018 itu.
Tahun ini SMF menargetkan penyaluran dana hingga Rp 10 triliun kepada perbankan di seluruh Indonesia. Dari target tersebut, hingga semester I-2018 sudah terserap sekitar 50%. Sementara di 2017 lalu, penyerapan dana SMF baru mampu mencapai realisasi Rp 7,39 triliun.
Langkah BJTM sebagai BPD yang menyalurkan KPR FLPP menjadi angin segar bagi MBR. Kepastian penyaluran kredit KPR FLPP Bank Jatim ini terjadi setelah mereka meneken nota kesepahaman (MoU) dengan SMF hari Jumat (28/9) kemarin, disela Rapat Koordinasi Peningkatan Peran Pemerintah Daerah dalam Penyaluran KPR Bersubsidi di Surabaya.
Penulis: Tomy
