Jakarta, TopBusiness – Mengakhiri perdagangan saham pada Jumat (5/10/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 24,68 poin atau 0,43 persen ke posisi 5.731,93.
Indeks saham LQ45 merosot 0,71 persen ke posisi 897,95. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sore ini berada di level Rp 15.173.
Sebanyak 222 saham melemah sehingga menekan laju IHSG. Selain itu, 161 saham menguat dan 124 saham diam di tempat.
Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham pertanian naik 0,06 persen, sektor saham tambang menguat 0,40 persen dan sektor saham perdagangan mendaki 0,39 persen.
Sektor saham konstruksi merosot 1,58 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri susut 1,34 persen dan sektor saham infrastruktur merosot 1,15 persen.
Saham-saham yang catatkan lonjakan antara lain saham KPAS menguat 69,05 persen ke posisi Rp 284 per saham, saham SURE melonjak 69,03 persen ke posisi Rp 262 per saham, dan saham SKBM mendaki 25 persen ke posisi Rp 615 per saham.
Saham-saham yang tertekan antara lain saham PANI turun 24,71 persen ke posisi Rp 256 per saham, saham INTD tergelincir 23,88 persen ke posisi Rp 204 per saham, dan saham DIGI turun 16,13 persen ke posisi Rp 780 per saham.
Bursa saham Asia kompak tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,19 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi merosot 0,31 persen, indeks saham Jepang Nikkei melemah 0,80 persen.
