Home Ekonomi BUMN Geo Dipa Energi Dukung Penurunan Emisi Karbon 6 Juta Ton pada 2035

Geo Dipa Energi Dukung Penurunan Emisi Karbon 6 Juta Ton pada 2035

PLTP Sibayak/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness –  PT Geo Dipa Energi (Persero) mendapat penugasan dari pemerintah untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi, dan atau pemanfaatan energi terbarukan panas bumi.

Untuk itu, pada Forum Kemenkeu dalam rangkaian acara Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, kemarin, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Ibrahim menyatakan, perseroan berencana mengembangkan PLTP Small Scale 10 MW, Binary 10 MW.

“Selain itu pengembangan Area Candradimuka 60 MW, 5×55 MW unit Extension Dieng dan Patuha, Pengembangan lapangan Arjuno Welirang yang memiliki potensi 180 MW serta lapangan Candi Umbul Telomoyo dengan potensi 90 MW,” ujar Riki Ibrahim dalam siaran persnya, Selasa (9/10/2018).

Sementara itu dalam rangka  Komitmen Indonesia untuk perubahan iklim tertuang dalam UU No.16 tahun 2016 tentang Pengesahaan Paris Agreement to the United Nations. Untuk memenuhi komitmen dalam penurunan emisi karbon secara masif, pada saat ini, GeoDipa sebagai perusahaan dibawah Kementerian Keuangan RI  turut mendukung  pengurangan emisi karbon CO2 minimal sebesar 1-2 juta ton pada 2023 dan 6 juta ton pada tahun 2035.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pembinaan dan pemegang saham mayoritasnya Kementerian Keuangan RI, Geo Dipa Energi berkonsentrasi pada pengembangan energy panas bumi (PLTP). Perusahaan melaksanakan amanat Undang-Undang Panas Bumi No 21 Tahun 2014 Pasal 28.

Geo Dipa sebagai perusahaan ‘pelat merah’ memiliki fungsi dan peranan penting, antara lain: pertama, meningkatkan kuantitas dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan listrik ramah lingkungan.

Fungsi kedua adalah membuka dan memperluas lapangan pekerjaan di daerah dimana proyek dilaksanakan. Ketiga membantu Pemerintah sebagai price setter dalam pemenuhan listrik ramah lingkungan panas bumi.

Dan, keempat mendorong komiditas ekspor berupa penambah devisa, dari penjualan batubara dan migas akibat substitusi pembangkit fosil dengan pembangkit PLTP.

Penulis: albarsyah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here