Home Ekonomi Capital Market Lepas 20 Persen ke Publik, Saham SKRN Diburu Pasar

Lepas 20 Persen ke Publik, Saham SKRN Diburu Pasar

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) secara resmi telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan dalam proses listing itu, saham di sektor properti tersebut langsung diburu pasar.

Tercatat saham perseroan diperdagangkan melesat naik sebesar 50 persen ke level Rp1.050 dari harga perdana  . Hal ini tak terpengaruh oleh indeks sektor properti yang berada di zona merah dengan pelemahan sebesar 1,64 persen ke level 403,45.

Saat pembukaan perdagangan saham Sesi I di BEI, frekuensi transaksi SKRN sebanyak 72 kali dengan volume sebanyak 33.949 lot.

Frekuensi transaksi terus meningkat hingga sebanyak 535 kali sehingga SKRN tercatat naik 7,14 persen ke level Rp750, meski kembali berbalik melanjutkan pola penguatan.

Menurut Presiden Direktur Superkrane, Yafin Tandiono Tan, perseroan melepas saham ke publik sebanyak 300 juta lembar atau setara 20 persen dari jumlah modal disetor dan ditempatkan perseroan setelah penawaran perdana saham (IPO).

“Hal ini merupakan key milestone dalam perjalanan Superkrane untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang accountable, transparan dan bertanggungjawab kepada seluruh investor dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis ke depan,” kata Yafin di Gedung BEI Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dia menyebutkan, lebih dari 900 pemegang saham yang telah berpartisipasi dengan berinvestasi di saham SKRN.

“Kami meyakini dana yang dihimpun dari masyarakat melalui proses IPO ini akan mendorong pertumbuhan dan pengembangan bisnis Superkrane,” ujar Yafin.

Dia menambahkan, fresh fund dari hasil IPO akan menunjang peluang bisnis penyewaan crane, seiring dengan peningkatan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah dan preferensi dari para kontraktor untuk menyewa crane milik SKRN.

“Momentum peningkatan order dari pelanggan merupakan kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Superkrane akan terus berupaya memenuhi permintaan dari repetitive customer dan optimistis dari IPO ini dapat meraih new customer dengan branding yang semakin dikenal,” paparnya.

Untuk menggenjot kinerja perseroan, SKRN akan menambah peralatan seperti crane dan alat berat lainnya. Makanya pihaknya menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) cukup besar.

“Kami anggarkan capex hingga Rp600 miliar pada 2017 dan 2018 ini,” ujar Yafin.

Penulis: Tomy

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here