TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IPO Passpod Oversubscribed 10,27 Kali

Busthomi
23 October 2018 | 17:43
rubrik: Capital Market
Gelar IPO, Passpod Incar Dana Rp 40 Miliar

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod) ternyata mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 10.27 kali.

Hal ini terjadi selama periode bookbuilding yang berlangsung pada 18-22 Oktober 2018 lalu. Karena alami oversubscribe itu, maka perseroan mengantongi dana yang cukup besar.

Tercatat, dana yang terkumpul mencapai hampir Rp501 miliar, dari target perolehan dana Rp48 miliar. Perusahaan yang bakal memakai kode emiten YELO ini menjadi startup keempat yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kerry Rusli, Direktur PT Sinarmas Sekuritas, yang selaku penjamin pelaksana efek IPO Passpod ini menyatakan, setidaknya terdapat tiga faktor yang menyebabkan tingginya antusiasme masyarakat saat penawaran umum perdana saham Passpod itu.

Faktor pertama, pergerakan bisnis Passpod yang fokus pada teknologi dan big data yang relatif baru. Faktor kedua, BEI sedang gencar mengkampanyekan gerakan Yuk Nabung Saham yang sangat atraktif bagi investor ritel pemula.

“Dan ketiga, bisnis Passpod ada di industri yang menarik, yakni pariwisata. Industri ini termasuk yang mencatat tingkat pertumbuhan tinggi,” ujar Kelly di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Passpod merupakan salah satu startup yang termasuk dalam binaan IDX Incubator sejak Februari 2018. Dengan menjadi perusahaan terbuka, Passpod akan fokus menggarap pasar wisatawan selama perjalanan ke luar negeri yang diawali dengan penyediaan koneksi mobile broadband dan penjualan tiket atraksi melalui aplikasi Passpod.

Hingga April 2018, Passpod mampu mengantongi laba bersih periode berjalan sebesar Rp475 juta. Jumlah tersebut meningkat drastis dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka Rp 26,5 juta.

Terkait adanya oversubscribed itu, CEO Passpod Hiro Whardana mengatakan pihaknya merasa senang melihat antusiasme tersebut. Hal ini membuktikan bahwa bisnis yang dijalani Passpod sangat potensial dan menjanjikan.

BACA JUGA:   IHSG Terkoreksi 23 Poin Saat Pembukaan, Saham Bank Besar Jadi Penekan

“Sesuai rencana kerja perusahaan, dana ini akan digunakan untuk pengadaan billing management system hingga kebutuhan research dan development. Kami juga akan menggunakan dana ini untuk menghadirkan beragam fitur baru pada aplikasi Passpod,” jelas Hiro.

Menurut laporan Mastercard Future of Outbound Travel in Asia Pacific, pada tahun 2021 nanti jumlah outbound traveler dari Indonesia diprediksi akan mencapai angka 10,6 juta orang.

Sementara sejak beroperasi pada 2016, pertumbuhan pelanggan Passpod cukup signifikan sebesar 700 persen atau total 58.500 pengguna per Juni 2018 dengan returning customers sebesar 30 persen. Passpod juga mencatat 100 persen pertumbuhan pada pemesanan tiket atraksi.

Saat ini modem 4G Passpod sudah dapat digunakan di lebih dari 70 negara di dunia seperti Amerika Serikat, Singapura, Hongkong, Thailand, Jepang, Korea Selatan, serta negara-negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Penulis: Tomy

Tags: passpod
Previous Post

Bank KEB Hana Kucuri Kredit di Proyek Agung Sedayu

Next Post

Tak Banyak Sentimen, Rupiah Bisa Berlanjut di Zona Merah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR