Jakarta, TopBusiness – Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus didorong untuk bisa melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Pasalnya, dengan melepas saham ke Bursa Efek Indonesia (BEI) itu bakal menguntungkan BPD tersebut.
Menurut Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), aksi korporasi tersebut tak hanya akan bisa memperkuat permodalan perseroan, tapi juga bisa ikut menggenjot perekonomian nasional.
“Masuknya BPD ke bursa itu tidak hanya mengamankan permodalan perseroan saja, tapi juga memperkuat perekonomian negara. Makanya terus kami dorong,” ungkap Ketua Asbanda Kresno Sediarsi di Gedung BEI, Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurutnya, dengan aset BPD yang saat ini semakin kuat tentu akan menjadi daya tarik investor. Saat ini, kata dia, jika dikumpulkan aset BPD bisa mencapai Rp670 triliun.
“Itu bukan suatu lembaga keuangan yang kecil. Makanya kuta dukung BPD untuk IPO. Apalagi langkah itu dilakukan bisa untuk berkontribusi dalam menopang anggaran proyek-proyek infrastruktur di daerah masing-masing,” jelas dia.
Namun demikian, kata dia, pihaknya juga meminta agar pihak otoritas dan bursa melakukan sosialisasi dan edukasi bagi para pemegang saham BPD seperti pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, dan anggota legislatif daerah.
Pasalnya, lanjut Kresno, para pemegang saham masih belum paham mengapa perseroan perlu melepas saham ke masyarakat untuk memperkuat permodalan bank tersebut.
“Jika langkah IPO ini dilakukan, ini alternatif untuk memperkuat permodalan, sehingga akan ada pilihan penambahan permodalan yang lebih baik,” tegas Kresno.
Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Toto Zurianto mengatakan, dengan bergabungnya BPD di bursa, penambahan modal ke perbankan dapat memberi sumbangan pada pembangunan Indonesia melalui usaha intermediasi perbankan daerah.
“Sudah mulai BPD Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Saya meyakini pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), proses bisnis daerah adalah suatu keharusan,” ujarnya.
Sejauh ini baru ada tiga BPD yang berstatus Tbk (Terbuka). Diawali oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) telah melantai di bursa sejak delapan tahun yang lalu. Sementara itu, BPD terakhir yang memperdagangkan sahamnya di BEI adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) pada 2012.
Selain itu, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk juga telah melantai di bursa dengan kode BEKS sejak 13 Juli 2001. Sebelum menjadi BPD, ketika itu masih bernama PT Bank Eksekutif Internasional.
Penulis: Tomy
