TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ikut IDX Incubator, Passpod Resmi Tercatat di BEI

Busthomi
29 October 2018 | 11:18
rubrik: Capital Market
Gelar IPO, Passpod Incar Dana Rp 40 Miliar

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod) secara resmi hari ini melantai di PT Bursa Efek Indonesia. Emiten dengan kode YELO sendiri bisa menjadi perusahaan terbuka itu setelah mengikuti binaan IDX Incubator.

YELO sendiri adalah perusahaan startup. Dan emiten ke-46 di tahun 2018 itu merupakan startup pertama yang dibina IDX Incubator itu dan menjadi Tbk.

Menurut CEO Passpod, Hiro Whardana dengan langkah perseroan itu bisa menginspurasi startup lainnya untuk terus melihat berbagai opsi pendanaan untuk perusahaan.

“Sebagaimana motivasi yang kami dapat selama proses inkubasi di IDX Incubator. Jadi jangan menunggu tumbuh besar untuk IPO/initial public offering (perawaran umum perdana saham). Justru dengan IPO startup akan tumbuh,” tegas Hiro di Gedung BEI, Jakarta, Senin (29/10/2018).

IDX Incubator sendiri merupakan program inkubasi startup yang digagas BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). IDX Incubator memiliki visi untuk membantu mengembangkan startup di Indonesia, baik dari segi bisnis, legal, pendanaan hingga membantu mereka melenggang ke lantai bursa saham.

“Dan Passpod ini merupakan salah satu startup yang mengikuti program tersebut sejak Februari 2018 lalu,” kata dia.

Sementara di sesi perdagangan awal, saham YELO sendiri langsung melejit sebesar 48,9% ke Rp560 per saham dari pencatatan perdana dibuka di harga Rp376 per saham. Otomatis saham YELO oun langsung terkena auto rejection.

Pada posisi tersebut saham YELO itu diperdagangkan sebanyak 1 kali frekuensi dengan volume 10 lot saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp560 ribu.

Hiro menambahkan, IPO sendiri menjadi langkah awal untuk pengembangan bisnis Passpod ke mancanegara. Karena selain kebutuhan pendanaan, perusahaan Terbuka tentu lebih dipercaya.

“Apalagi jika berhubungan dengan pihak pemangku kepentingan maupun partner bisnis di negara lain. Karena perusahaan terbuka ini mengutamakan akuntabilitas, transparansi, serta tata kelola yang baik,” kata Hiro.

BACA JUGA:   Awal Perdagangan, IHSG Naik

Perseroan sendiri melepas 130 juta lembar saham atau sebesar 34,21 persen dari modal ditempatkan. Dana IPO sendiri akan digunakan untuk pengembangan bisnis, research and development aplikasi termasuk penambahan beragam fitur serta modal kerja.

“Dan ternyata saham kami disambut baik. Hasil IPO pada tanggal 18-22 Oktober 2018 lalu, permintaan saham kami mengalami oversubscribed lebih dari 10,27 kali,” tegas dia.

Passpod adalah perusahaan jasa penyewaan kodem wifi dan travel assistance bagi traveller Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Passpod memiliki tiga segmen usaha yaitu bidang travel service, Al and big data, dan global connectivity.

Hingga April 2018, kata dia, Passpod mengantongi kaba bersih periode berjalan sebesar Rp475 juta. “Jumlah itu meningkat drastis dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka Rp26,5 juta,” tegas dia.

Tags: passpod
Previous Post

DBS dan IdeaFest Gelar Festival Kreatif

Next Post

Jelang Akhir Oktober, Transaksi Harian BEI Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR