Jakarta, TopBusiness – Meski penjualan mobil secara nasional meningkat sekitar 7 persen, PT Astra International Tbk (ASII) hingga kuartal III 2018 turun sebesar 4 persen menjadi 424.000 unit. Penurunan penjualan ini membuat pangsa pasar mobil Astra tergerus dari 55% menjadi 50%.
Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto Grup menjelaskan, untuk mendongkrak penjualan, pihaknya telah meluncurkan 17 model baru dan 6 model revamped sejak awal tahun ini.
Kendati kinerja penjualan merosot, perseroan sampai kuartal III 2018 lalu masih mengantongi laba bersih sebesar Rp 7 triliun atau naik 7% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,6 triliun.
“Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh naiknya penjualan sepeda motor di tengah penurunan penjualan mobil. Penurunan tersebut didorong oleh semakin meningkatnya kompetisi,” kata Prijono di Jakarta, Selasa (30/10/2018).
Penjualan sepeda motor nasional mengalami kenaikan 9% menjadi 4,7 juta unit. Hal serupa terjadi pada penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) yang mengalami peningkatan sebesar 9% menjadi 3,5 juta unit. Ini mengakibatkan pangsa pasar AHM stabil di angka 75%.
Di bisnis komponen, Prijono mengatakan, Astra Otoparts mencatat peningkatan laba bersih sebesar 12% menjadi Rp414 miliar. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan kontribusi dari penjualan pasar pabrikan otomotif (Original Equipment Manufacturer/OEM) dan pasar suku cadang pengganti (Replacement Market/Rem).
