Jakarta, TopBusiness – Perusahaan baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai saat sudah mencapai 47 perusahaan terhitung sejak awal tahun 2018 ini. Angka tersebut menjadi rekor baru dari jumlah perusahaan yang tercatat di Bursa.
Di pekan terakhir Oktober saja ada dua perusahaan baru yang menjadi Tbk (Terbuka). Yang pertama PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod/YELO) yang merupakan emiten ke-46 di tahun ini atau emiten ke-608 secara keseluruhan.
Dan hari ini, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) telah resmi melakukan proses pencatatan perdana saham di BEI sebagai emiten ke-47. Dengan waktu ada dua bulan lagi, pihak BEI yakin emiten baru tahun ini bisa lewati 50 perusahaan.
Keyakinan itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (31/10/2018).
Menurut dia, terdapat kenaikan jumlah perusahaan yang membuka diri pada publik secara year on year (YoY) ini dibanding tahun sebelumnya.
“Sampai saat ini, terdapat 47 perusahaan tercatat baru. Itu berarti naik 27 persen dari tahun sebelumnya,” tegas Nyoman.
Selain jumlah perusahaan tercatat yang meningkat, kata dia, nilai kapitalisasinya pun meningkat dan sudah melebihi Rp10 triliun.
“Untuk jumlah nilai saham yang dilepas saat ini mencapai Rp 14,18 triliun. Itu meningkat hampir 48 persen,” jelas dia.
Sementara terkait CAKK sendiri, dalam pencatatan perdananya, indeks perseroan sempat berada di angka merah sebanyak 25,6 persen atau turun 43 poin menjadi Rp 125 dari harga IPO di angka Rp168 per lembar saham.
CAKK sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri keramik yang melakukan penawaran umum perdana sebanyak 300 juta lembar saham atau mencapai 24,93 persen saham ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.
Paa proses IPO tersebut, perseroan bisa mengantongi dana maksimal Rp50,4 miliar dari harga saham yang ditetapkan sebesar Rp168 per saham.
Penulis: Tomy
