TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Komentari Wacana Gratiskan Tol, Bos CMNP Ditanya Bank

Busthomi
5 November 2018 | 16:21
rubrik: Business Info
VIDEO Inilah Provokasi CEO BEI Agar Perusahaan RI Cepat Go Public

Dirut CMNP Tito Sulistio/Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Tito Sulistio ikut mengomentari terkait wacana menggratiskan tarif tol yang belakangan ini merebak.

Menurutnya, kebijakan itu sangat susah direalisasikan. Bahkan terkait hal itu, pihaknya sempat dipertanyakan oleh pihak bank ketika dirinya mencari pendanaan untuk proyek tol yang ingin dibangunnya itu.

“Iya langsung ditanya oleh bank, emang sudah 30 tahun kamu mau gratisin (tarif tol)? Makanya saya jelaskan, intinya seorang pemimpin dan calon pemimpin kalau bicara dampaknya akan besar kepada pasar swasta,” ujar Tito saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (5/11).

Pernyataan mantan Dirut BEI itu ingin mengomentari terkait wacana calon Wakil Presiden Nomor urut 02, Sandiaga Uno sempat menyebut akan menggratiskan tarif tol yang sudah habis masa operasinya jika berhasil terpilih pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Menurut Tito, ada dua sumber pendanaan dalam membangun infrastruktur jalan tol itu. Selain menggunakan dana APBN, juga bisa melalui skema partisipasi pendanaan dari pihak swasta.

“Tapi bisa saja tol digratiskan setelah masa operasinya habis. Itu pun dengan catatan pendanaannya berasal dari APBN,” tandas Tito.

Makanya, kalau jalan tol itu milik pemerintah yakni yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan mau digratiskan kapan saja itu tak masalah.

“Cuma kalau pihak swasta jangan begitu dong (digratiskan). Karena ada juga yang 35-40 tahun. Ada juga yang udah diperpanjang. Dan jalan tol itu memang lama 35 tahun (balik modalnya),” tegas dia.

Lebih jauh dia menegaskan, tak menutup kemungkinan proyek-proyek infrastruktur yang dibangun itu terkena musibah. Sehingga perlu adanya pembagian keuntungan antara pemerintah dan sektor swasta.

BACA JUGA:   Optimis Ekonomi Membaik, CMNP Yakin Target Pendapatan dan Laba di 2021 Tercapai

“Sehingga belum tentu 35 tahun. Karena kalau di tengah jalan ada kebakaran, kerusakan, kalau kita benerin kita bisa dapat tambahan lagi. Poin saya cuma simpel kalau swasta ikutilah aturan perjanjian yang berlaku,” tandasnya.

Terkait pernyataan para capres-cawapres, kata dia, mesti harus hati-hati karena dampaknya akan dirasakan oleh pasar. Dia pun berharap, para calon pasangan presiden mendatang harus memikirkan iklim usaha yang kondusif.

Pasalnya, kata dia, saat ini para pelaku pasar berharap pada kepastian dunia usaha yang berprospek positif di tengah gejolak perpolitikan dalam negeri.

“Saya tidak cuma bicara jalan tol, tapi segala macam. Ada uncertainty di ekonomi, kita tidak pernah tahu. Orang itu mau cari stabilitas, dan tiba-tiba pemerintah taruh (estimasi kurs) Rp 15.000 di APBN. Terus terang mengerikan buat saya. Kaget,” tuturnya.

Penulis: Tomy

Tags: CMNP
Previous Post

VIDEO – Properti di Sekitar MRT Jadi Incaran

Next Post

Mahasiswa Diajak Peduli Hulu Migas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR