TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dolar AS Masih Perkasa Imbas The Fed

Busthomi
13 November 2018 | 09:41
rubrik: Business Info
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan srpanjang hari ini diprediksi bakal berada di teritori negatif. Hal ini mengingat permintaan akan USD masih tinggi.

Mengutip Bloomber di sesi perdagangan pagi, rupiah dibuka di posisi 14.862 atau melemah 42 poin dari penutupan kemarin di level 14.820.

Laju rupiah juga terus melemah dalam satu jam pertama ke posisi 14.902 atau terdepresiasi hingga 82,5 poin alias 0,56 persen.

Analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada menegaskan, masih meningkatnya permintaan akan USD membuat pergerakannya cenderung terus menguat.

“Kondisi tersebut dapat menghalangi potensi Rupiah untuk berbalik naik. Diperkirakan pelemahan masih dimungkinkan terjadi pada Rupiah,” ungkap dia di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Meski begitu, kata dia, kondisi pelemahan itu diharapkan dapat lebih terbatas karena amsih ada beberapa sentimen positif dari dalam negeri.

Dalam perdagangan sebelumnya, jelas dia, di tengah masih adanya imbas dari pernyataan The Fed yang dimana dimungkinkan kembali menaikan tingkat suku bunganya membuat pergerakan USD meningkat.

Hal ini juga diikuti dengan meningkatnya aksi beli pada surat utang pemerintah AS. Di sisi lain, lanjutnya, kondisi tersebut juga turut didorong oleh aksi lepas EUR dan GBP oleh pelaku pasar seiring belum adanya kepastian terhadap kesepakatan Brexit.

Semebtara di dalam negeri masih ada sentimen positif yang direspon pasar. Di perdagangan kemarin memang tak terlaku berimbas.

Beberapa sentimen positif tersebut di antaranya, penilaian BI terhadap defisit neraca transaksi berjalan yang masih aman meski pada pada kuartal III-2018 tercatat 3,37 persen atau di atas kuartal II-2018 sebesar 3,02 persen dari PDB.

BACA JUGA:   Forum Gas Bumi 2024 Hasilkan Kesepakatan Senilai Rp 94,4 Triliun

“Juga adanya rencana pemerintah untuk mengeluarkan sejumlah sektor dari daftar negatif investasi dalam rangka menarik investasi masuk ke Indonesia bisa jadi sentimen positif,” jelas Reza.

Dengan kondisi demikian, dia memperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14840-14785. “Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” pungkas dia.

Penulis: Tomy

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Pagi Ini: Indeks Saham Bergerak Naik

Next Post

Tengah Hari, IHSG Ditutup Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR