Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan beradandi zona merah. Di sesi pembukaan pun melemah tipis.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi 14.604 atau terdepresiasi dari penutupan sebelumnya di posisi 14.602. Tapi dalam rentang satu jam kemudian, rupiah berbalik menguat ke posisi 14.585 atau menguat 17,5 poin alias 0,12%.
Menurut analis pasar uang dari AAEI, Reza Priyambada, laju Rupiah mulai kembali melemah seiring adanya sejumlah sentimen negatif, sehingga diperkirakan berpeluang kembali melanjutkan pelemahannya.
“Sebab adanya kenaikan EUR itu juga ikut membuat pelaku pasar beralih ke mata uang tersebut,” kata dia di Jakarta, Kamis (22/10/2018).
Di sisi lain, lanjut dia, masih adanya sentimen dari perang dagang AS dan Tiongkok serta antisipasi gagalnya titik temu kesepakatan dagang antara keduanya dalam pertemuan G-20 Summit membuat laju USD masih bertahan.
“Diharapkan sentimen dari dalam negeri bisa kembali positif untuk menahan pelemahan Rupiah,” tegas Reza.
Sebelumnya, pergerakan Rupiah pasca libur cenderung berbalik melemah. Adanya sentimen negatif dari dalam negeri terkait sejumlah kritikan terhadap Paket Kebijakan XVI dan penundaan proyek nasional LRT ditanggapai negatif pelaku pasar.
Di sisi lain, kata dia, mulai adanya sentimen positif dari Italia terkait penyusunan anggaran yang berimbas pada terapresiasinya EUR turut direspon positif, sehingga pelaku pasar beralih ke mata uang tersebut.
Dengan kondisi demikian, Reza pun memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 14.610-14.575. “Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
