TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank BNI Genjot Pendapatan Nonbunga

Nurdian Akhmad
22 November 2018 | 11:00
rubrik: Business Info
BNI Catatkan Kredit Hingga Rp 457,82 Triliun

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness –  Di tengah meningkatnya tren suku bunga serta fluktuasi nilai tukar, PT Bank Negar Indonesia Tbk (BNI) berupaya untuk terus menjaga kinerja pendapatannya.

Tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan bunga (interest income) tapi juga memperbesar pendapatan nonbunga (fee based income).

“Selama ini, pendapatan bank di Indonesia masih didominasi dari interest income. Maka kita akan geser agar pendapatan utama dari fee based income,” ujar Corporate Secretary & Chief Economist Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Hal itu, menurutnya perlu dilakukan, sebab ke depannya persaingan akan semakin ketat. Tidak lagi hanya antar bank, melainkan dengan institusi keuangan lainnya seperti pasar modal (capital market).

“Jadi nantinya sumber pendanaan tidak hanya dari bank tapi juga produk investasi yang lebih advance seperti capital market. Maka porsi pembiayaan perbankan bisa berkurang, sementara bank harus tetap sustain,” ujar Ryan.

Dengan begitu, kata dia, penting untuk menggenjot fee based income. Ia menyebutkan, pendapatan non bunga di antaranya diperoleh dari transaksi digital nasabah.

“Ini prospeknya besar sekali dan belum kita gali. Maka kami nggak khawatir berlebihan kalau NIM (Net Interest Margin) kita tertekan karena pendapatan bank bisa juga dari fee based,” ujar Ryan.

Meski begitu, ia tidak memungkiri NIM perbankan terganggu dengan kondisi perekonomian seperti sekarang. Hanya saja Ryan optimis ke depan, fee based income bisa meningkat.

“Hal itu karena, arah ke depan profil nasabah kebanyakan milenial. Maka kebutuhan transaksi digital akan lebih banyak,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, walau permintaan kredit cenderung masih melambat namun ternyata pertumbuhan kredit mampu mencapai dua digit tahun ini. Sampai Oktober, pertumbuhan kredit perbankan telah mencapai 12 persen.

BACA JUGA:   Kepala SKK Migas Kunjungi Kegiatan Pemboran EMP Bentu Ltd

“BNI sendiri sudah tumbuh sekitar 15 persen. Padahal awalnya diprediksi, paling banter kredit tumbuh single digit batas atas misalnya di 9,8 persen,” ujar Ryan.

Dirinya menilai, pertumbuhan tersebut didorong oleh penyaluran kredit produktif yakni kredit modal kerja dan kredit investasi. “Jadi sektor kredit masih gerak di tengah situasi tekanan ekonomi,” kata dia.

Tags: Bank BNI
Previous Post

Berkat Yuk Nabung Saham, BEI Catat Rekor Investor Baru

Next Post

Sektor Keuangan Asia Favoritkan Properti 3 Kota Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR