
Impor minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri Indonesia mencapai nilai Rp 1,7 triliun per hari. Sementara, subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 45 juta kiloliter per tahun. Sungguh angka yang sangat fantastis, ini membebani keuangan negara untuk sektor energi.
Peraturan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 25 Tahun 2013, tentang pencampuran biodiesel 10 persen dalam BBM, tampaknya tidak berjalan dengan baik.
Padahal, banyak subsitusi kandungan lokal yang bisa menghasilkan biodiesel di dalam negeri. Nah, salah satunya yakni tanaman kemiri sunan, yang berprospek ekonomi sangat tinggi.
Kemiri sunan adalah salah satu tanaman penghasil biodisel. Ia merupakan tanaman penghasil energi masa depan, energi hijau, energi nonfosil.
Ada prospek bisnis sangat menjanjikan dalam produksi biodiesel. Usia tiga tahun, kemiri sunan sudah berbuah, mampu berproduksi hingga 50 tahun.
Produktivitasnya tinggi, dapat menghasilkan setara minyak 8 ton biodiesel per hektar per tahun. Sudah begitu, untuk penanaman, tidak membutuhkan lahan subur: dapat hidup subur di lahan marjinal, kritis, reklamasi, dan revegetasi pertambangan.
Badan Litbang Kementerian Pertanian sudah siap menyediakan bibit varietas unggul tanaman kemiri sunan, sebanyak 300.000 per bulan.
Kepala Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian, Haryono, di acara Pekan Nasional Pertanian dan Perikanan di Panjen, Malang, Jawa Timur (8/6/2014), menjelaskan: berdasarkan penelitian dan telah diujicobakan beberapa waktu, kemiri sunan merupakan satu dari hasil penelitian unggulan pada bidang energi.
Kemiri sunan dapat menghasilkan biodiesel sebagai bahan bakar dan dapat pula digunakan sebagai bahan campuran BBM.
“Kami sebagai lembaga penelitian pada bidang pertanian telah memberikan hasil terbaik akan tetapi dalam pengembangannya tentunya bukan pada bidang kami,” tegas Haryono.
Lanjut Haryono, seharusnya seluruh komponen terkait duduk bersama dalam pengembangan kemiri sunan secara massal sebagai bahan bakar biodiesel. Maklum, dengan adanya industri yang mengelola kemiri sunan secara massal, krisis energi bahan bakar akan dapat teratasi.
Kemiri sunan dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar otomotif dan mesin industri. Apalagi, kemiri sunan ini kebijakannya tidak rumit seperti kelapa sawit yang tarik-menarik antara pangan dan energi.
“Bila kemiri sunan diberdayakan, tentu subsidi BBM yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia dapat digunakan pada pos lain seperti penambahan anggaran bagi lembaga-lembaga penelitian agar menghasilkan riset yang bermanfaat dalam meningkatkan kehidupan bangsa,” lanjut Haryono. (Albarsyah)
Editor: Achmad Adhito