TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Di Tengah Gejolak Pasar, Katadata Rilis Market Sentiment Index

Busthomi
29 November 2018 | 10:20
rubrik: Capital Market
Di Tengah Gejolak Pasar, Katadata Rilis Market Sentiment Index

Ilustrasi saham yang memerah. FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kondisi pasar saham Indonesia pada 2018 penuh dengan ketidakpastian seiring dengan gejolak perekonomian global dan melambatnya perekonomian nasional.

Berdasar kondisi itu, Katadata, melalui Katadata Insight Center
(KIC) indeks Katadata market Sentiment Index (KMSI). Index ini merupakan metode kuantitatif untuk memprediksi dan mengidentifikasi kondisi pasar saham.

Latar belakang KMSI sendiri karena investor sangat memerlukan identifikasi kondisi pasar saat ini, baik dalam posisibullish (kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan secara gradual dalam waktu lama) ataupun bearish (penurunan IHSG dan peningkatan volatilitas).

Serta proyeksinya di masa depan masih dalam tren naik atau tren menurun. “Sehingga informasi ini akan sangat bermanfaat bagi investor dan regulator,” salah satu panel ahli yang merupakan Kepala Danareksa Research Institute, Damhuri Nasution di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Selain Damhuri, panel ahli adalah Wahyu Prasetyawan, Visiting Asscociate Profesor di National Graduate Institute for olicy Studies (GRIPS), Tokyo. Panel ahli ini mengidentifikasi periode bearish dan bullish dengan Algoritma Bry-Boschan dan mengembangkan model logistik untuk modeling keseluruhan pasar saham dan perubahan tren pasar, apakah akan melaju bearish atau bullish.

Output identifikasi dan proyeksi berupa probabilita kondisi pasar bearish atau bullish. Jika nilai indeks lebih dari 50%, maka pasar disebut sedang dalam periode bullish. Sebaliknya bila nilai indeks kurang 50% disebut bearish.

“Kami sudah mencoba model KMSI dan membandingkan dengan data IHSG dari 2003 sampai 2018. Hasilnya dari 181 kali prediksi
tingkat keakuratannya sebesar 97 persen,” kata Damhuri.

Berdasarkan model yang dikembangkan, kata dia, pada Oktober tersebut pasar saham masih dalam kondisi bearish.

“Sedang probabilita pasar saham dalam kondisi bullish untuk November 2018 masih mendekati nol. Artinya tren melemahnya IHSG (bearish) akan terus terjadi sampai akhir November 2018,” ujar dia.

BACA JUGA:   Saham Bank Banyak Direkomendasikan Hari Ini, Ketahui Spec ‘Buy’-nya

Dia mengatakan, KMSI ini merupakan panduan investasi selama satu bulan ke depan. Indeks ini akan terus diperbarui dan diterbitkan pada hari kerja pertama setiap bulan.

Penulis: Tomy

Tags: Katadata
Previous Post

Menangi Gugatan di PTUN, APT Desak BEI Suspensi Saham BFIN

Next Post

Agar UMKM Terhindar Rentenir, BJB Kembangkan Kredit BJB Mesra

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR