Jakarta, TopBusiness – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sempat meminta proyek-proyek di jalur jalan tol Jakarta-Cikampek dihentikan sementara karena membuat kemacetan parah.
Tercatat ada di tiga proyek yakni pembangunan yakni Jakarta-Cikampek elevated, kereta cepat Jakarta-Bandung, dan proyek Light Rail Transit (LRT). Proyek terakhir ini dikembangkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
Namun diklaim pihak Adhi Karya, Menteri Perhubungan Budi Karya Samadi sudah melakukan klarifikasi terkait dengan pemberhentian sementara proyek tersebut.
Sehingga proyek itu tak dihentikan, melainkan hanya diatur waktu pengerjaannya (window time) agar tak memicu kemacetan parah. Perseroan tetap akan melanjutkan proyek tersebut.
“Terkait LRT ini, Pak Menteri sudah klarifikasi tidak dihentikan, tapi window time-nya diatur. Terutama untuk di persimpangan Cikunir yang memang daerah crowded. Karena tiga proyek ketemu di situ,” tandas Direktur Operasi I ADHI, Budi Saddewa Soediro di Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Terkait window time ini, lanjut Budi, BUMN lain yang menggarap dua proyek lain yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) bersama dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) sudah mengatur skema window time-nya di proyeknya.
Dalih dia, proyek LRT yang sedang dilaksanakan perseroan di ruas tol itu berada di kilometer 11 sampai 17. Dan pengerjaannya dilakukan malam hari antara pukul 22.00-05.00 WIB, sehingga tak mengganggu pengguna jalan tol.
“LRT kan hanya sampai km 17 saja (pembangunannya). Jadi kalau ada hambatan (kemacetab) bukan di proyek LRT,” klaim dia.
Hal senada diucapkan Direktur Keuangan ADHI, Entus Asnawi. Menurutnya, pengerjaan LRT saat ini hanya di jalurnya yang artinya pengerjaan dilakukan di bagian atas. Sehingga tak berimbas kemacetan.
Justru yang memicu kemacetan, diakuinya di wilayah Cikunir saja. Karena proyek LRT-nya berada di tengah-tengah tol Tanjung Priok, dan tol Jakarta-Cikampek.
“Jadi yang kita intervensi itu di Cikunir yang kerjanya di tengah-tengah (ruas tol). Kalau yang lain di bagian atas, mestinya jauh dari jalan tol. Dan setelah kita kunjungi akhirnya di titik itu (Cikunir) kami atur window time buat bekerjanya,” kata dia.
Penulis: Tomy
