Jakarta, TopBusiness – Menutup perdagangan saham pada akhir pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah 51,044 poin atau 0,84 persen ke 6.056,125. Indeks LQ45 ditutup turun 11,202 poin (1,15 persen) ke 966,459.
Sementara di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah terhadap rupiah. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS sore ini bergerak di Rp 14.290, menguat dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 14.380.
Tujuh dari sepuluh indeks sektoral melemah. Sektor industri dasar mencatatkan penurunan paling tajam 1,89 persen. Sebanyak 167 saham naik, 229 saham turun dan 135 saham stagnan.
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 447.274 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 14,065 miliar saham senilai Rp 16,781 triliun. Dana asing keluar tercatat Rp 477,419 miliar. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 6.878,787 triliun.
Saham-saham pendorong pelemahan indeks (top losers) sore ini di antaranya Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun 1.200 poin (10,26 persen) ke Rp 10.500, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) turun 1.025 poin (8,30 persen) ke Rp 11.325, United Tractors (BBTN) turun 1.850 poin (6,30 persen) ke Rp 27.500 dan Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun 1.000 poin (4,98 persen) ke Rp 19.100.
Sedangkan bursa saham utama Asia sore ini ditutup mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 88,46 poin (0,40 persen) ke 22.351,06, Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 55,72 poin (0,21 persen) ke 26.506,75, Indeks SSE Composite di China naik 20,74 poin (0,81 persen) ke 2.588,19 dan Indeks Straits Times di Singapura naik 8,17 poin (0,26 persen) ke 3.117,61.
