TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

OJK: Banyak Tantangan bagi Pasar Modal Syariah di 2019

Busthomi
5 December 2018 | 14:22
rubrik: Business Info
OJK Cabut Izin BPR Mega Karsa Mandiri

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kinerj pasar modal syariah sepanjang 2018 sudah bertumbuh positif. Namun begitu tantangan di 2019 nanti tidaklah mudah.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Hoesen memasuki tahun 2019 terdapat berbagai tantangan baik dari domestik maupun eksternal yang perlu dihadapi. Mulai dari Bank sentral Amerika Serikat yang menaikan suku bunganya menjadi 2,25% dan faktor perang dagang.

“Sedangkan pada sisi domestik, Indonesia menghadapai tantangan defisit neraca transaksi berjalan. Hingga kuartal III-2018 terdapat defisit transaksi berjalan sebesar US$ 22,4 miliar. Itu yang akan menjadi tantangan pasar modal kita,” kata Hoesen di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Dalam rangka menghadapi tantangan tersebut, kata dia, diperlukan kerjasama antar berbagai stakeholders untuk mengeksplorasi instrumen-instrumen baru dan mengembangkan basis investor pasar modal syariah.

Dia menegaskan, pada 2018 ini industri pasar modal syariah terus berkembang. Terkait saham syariah, pada tanggal 23 November 2018 OJK telah menerbitkan Daftar Efek Syariah yang berisi 407 saham dan berlaku efektif pada tanggal 1 Desember 2018.

“Jumlah tersebut meningkat 6,5% dibandingkan akhir tahun 2017 dengan jumlah 382 saham,” tegas dia.

Sedangkan untuk konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) adalah sebesar 391 saham. Jumlah tersebut meningkat 7,1% secara year to date (ytd). Dari segi kapitalisasi pasar, terjadi penurunan sebesar 3,7 % menjadi Rp3.567 triliun rupiah pada akhir November.

Untuk sukuk, hingga saat ini (30/11/2018), terdapat peningkatan jumlah sukuk outstanding sebesar 36,7% (ytd) dan nilai sukuk outstanding meningkat 45,2%. Saat ini terdapat 108 sukuk korporasi outstanding dengan nilai Rp 22,8 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan outstanding pada 2017 dengan jumlah 79 sukuk senilai Rp 15,7 triliun.

BACA JUGA:   Presiden Jokowi Resmikan 7 Ruas IJD di Provinsi DIY

Peningkatan juga terjadi pada instrumen reksa dana syariah. Kata dia, jumlah reksa dana syariah meningkat 21,4% ytd dan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana syariah meningkat 19,8%. Saat ini terdapat 221 reksa dana syariah dengan nilai aktiva bersih sebesar Rp33,9 triliun.

“Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2017 dengan jumlah 182 reksa dana syariah dan nilai aktiva bersih sebesar Rp28,3 triliun,” ujar dia.

Lebih lanjut dia menambahkan, pada 2018 itu telah terdapat 3 sukuk yang diterbitkan dengan akad wakalah. Penambahan jenis akad tersebut diharapkan dapat mempermudah dan mendukung penerbitan sukuk korporasi.

Untuk efek beragun aset syariah, Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia telah menerbitkan fatwa nomor 120/DSN-MUI/II/2018 tentang Sekuritisasi Berbentuk Efek Beragun Aset Berdasarkan Prinsip Syariah dan fatwa nomor 121/DSN-MUI/II/2018 tentang EBA-SP berdasarkan Prinsip Syariah.

Selain instrumen EBA, OJK bekerjasama dengan stakeholders terkait juga sedang melakukan kajian terkait sukuk wakaf.

“Saat ini terdapat 435.944 ha tanah wakaf yang mayoritas bukan aset wakaf produktif. Berdasarkan benchmark negara lain, dengan memanfaaatkan sukuk, terdapat potensi untuk mengubah aset tersebut menjadi aset produktif,” terang dia.

Selain pengembangan produk, upaya pengembangan basis investor juga merupakan hal yang penting. Hingga 19 November 2018 tercatat penambahan 200.935 Single Investor Identity (SID). Jumlah tersebut meningkat 31,97% dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2017.

Penulis: Tomy

Tags: ojk
Previous Post

Tahun Baru, Garuda Group Siapkan 132 Ribu Kursi Tambahan

Next Post

IHSG Ditutup Tergelincir ke 6.133, Kurs Rp 14.390

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR