Jakarta, TopBusiness – Mengawali perdagangan saham di BEI pada awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot 23,2 poin atau 0,38% ke 6.103,09. Indeks LQ45 juga turun 5,13 poin atau 0,5% menjadi 972,65,
Sementara di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah terhadap rupiah. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS dibuka di Rp 14.465. Dolar AS kemudian turun ke Rp 14.455 sebelum akhirnya menguat ke Rp 14.510.
Pada perdagangan saham hari ini, Senin (10/12/2018), ada 6 saham menguat, 24 saham melemah, dan 15 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp39,5 miliar dari 14,7 juta lembar saham diperdagangkan.
Sektor penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor properti memimpin penguatan sebesar 0,3%. Sementara sektor industri dasar 0,8%.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) naik Rp95 atau 14,73% ke Rp740, saham PT PP Properti Tbk (PPRO) naik Rp8 atau 6,40% ke Rp133, dan saham PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) naik Rp8 atau 5,00% ke Rp168.
Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) turun Rp33 atau 15,71% ke Rp177, PT Intikeramik Alamasri Inds Tbk (IKAI) turun Rp7 atau 5% ke Rp133 dan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp150 atau 2,24% ke Rp6.550.
Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini.
– Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 391,14 poin (1,80 persen) ke 21.287,54
– Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 268,81 poin (1,03 persen) ke 25.794,95
– Indeks SSE Composite di China turun 16,69 poin (0,64 persen) ke 2.589,19
– Indeks Straits Times di Singapura turun 35,27 poin (1,10 persen) ke 3.076,99.
Penulis: Tomy
