TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bantah Utang Rp 5.000 T, Ini Utang BUMN Sesungguhnya

Nurdian Akhmad
14 December 2018 | 18:05
rubrik: BUMN
Cari Dana di Pasar Modal, Rini Minta Garuda Perbaiki Kinerja

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membantah bahwa utang BUMN mencapai Rp5.000 triliun. Menurut dia utang perusahaan pelat merah masih sebatas wajar dan hanya sekitar Rp1.980 Triliun.

“Begini ya, kemarin ada yang bicara mengenai jumlah (utang) Rp5.000 triliun, ini mungkin yang perlu saya ingin tekankan supaya sadar bahwa utang korporasi BUMN itu Rp1.980 triliun. Jadi hampir Rp2.000 triliun, bukan Rp5.000 triliun, dan ini masih sebatas wajar,” ujar Menteri BUMN di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Menurut Rini, angka Rp 5.000 triliun itu berdasarkan aktivitas perbankan. Hal ini menurut Menteri Rini merupakan itu sektor yang berbeda, bukan korporasi BUMN yang melakukan pembangunan jalan tol dan lain-lain, sementara perbankan memang melakukan simpan-pinjam.

“Nah untuk perbankan sendiri, aset dan liabilitas atau dana pihak ketiganya Rp 3.000 triliun, jadi ini supaya dipisahkan, Kalau perbankan memang hidupnya simpan-pinjam,” paparnya.

Menurutnya, utang BUMN ini semata untuk korporasi demi kepentingan pembangunan. Agar perusahaan plat merah ini lebih produktif dan nanti pengembaliannya tidak akan ada masalah.

“Saya menekankan terus, BUMN harus betul-betul responsible atau bertanggung jawab terhadap utang, karena BUMN itu tanggung jawabnya bayar karyawan, harus memberikan dividen, bayar pajak, membayar pendapatan negara bukan pajak (PNPB),” ujar dia.

BACA JUGA:   BNI Resmikan Emerald Center di PIM 1
Tags: menteri BUMN
Previous Post

IHSG Ditutup Jatuh ke 6.169, Kurs Rp 14.607

Next Post

2019, Tarif Cukai Tak Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR