TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ketidakpastian Global Lemahkan Neraca Perdagangan November

Nurdian Akhmad
17 December 2018 | 14:56
rubrik: Business Info
Tarif Impor 1.147 Produk Dinaikkan Hingga 10 Persen

aktivitas ekspor dan impor barang di pelabuhan/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Ekonomi dunia masih diliputi dengan ketidakpastian. Demikian pernyataan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat dimintai komentar soal laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan defisit neraca perdagangan bulan November US4 2,05 miliar, atau melebar dari defisit USD 1,8 miliar di bulan Oktober.

“Kami juga memahami dinamika global sedang sangat tinggi atau tidak pasti,” ujar dia, saat ditemui di Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Masih ada tekanan dari ekonomi global, terutama, terkait perang dagang antara AS dan China, meski cenderung sedikit mereda mereda. Tapi, masih dalam kondisi ketidakpastian.

Ketidakpastian tersebut sangat berpengaruh terhadap angka ekspor. Karena, membuat Indonesia harus berhati-hati dalam mengekspor. Faktor eksternal akan jadi tantangan tersendiri, sehingga sisi komoditas ekspor harus ditinjau kembali.

Tiongkok sendiri menyimpan sejumlah masalah di internal, termasuk, perang dagang dengan Amerikat. “Karena untuk RRT ekonominya sedang dalam posisi adjustment karena adanya internal mereka sendiri maupun trade war dengan AS,” ungkap Sri Mulyani.

Belum lagi, kondisi perekonomian global juga masih belum stabil. Bahkan beberapa lembaga dunia merevisi target pertumbuhan ekonomi global di tahun ini dan tahun depan.

“Pasar-pasar yang baru, melihat kondisi ekonomi sekarang yang tendensinya melemah kemampuan ekspor akan sangat terbatas,” pungkas Ani.

Penulis: Agus

BACA JUGA:   SMGR Targetkan Ekspor 3 Juta Ton Semen Hingga Akhir 2018
Tags: neraca perdagangan
Previous Post

Diikuti 104 Perusahaan, Training ESQ Ini Raih Rekor MURI

Next Post

IHSG Ditutup Rontok ke 6.089, Kurs Rp 14.570

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR