Jakarta, TopBusiness—Bursa Amerika Serikat (AS) terakhir ditutup melemah ke level terendahnya tahun ini seiring meningkatnya keraguan atas perekonomian. Itu setelah Menteri Keuangan, Steven Mnuchin, menghubungi enam bank terbesar AS dan meningkatkan kekhawatiran ‘bahwa mungkin ada sesuatu yang lebih besar akan terjadi’.
Demikian dijelaskan Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia, dalam riset harian yang dipublikasikan pagi ini.
Dijelaskan, pasar di AS juga tertekan dengan berita terjadinya government shutdown, karena Presiden AS Donal Trump bersikeras agar anggaran pembuatan tembok AS-Meksiko dimasukkan.
Selain itu berita mengenai keinginan Presiden Trump untuk mengganti Kepala Federal Reserve Jerome Powell , juga menambah ketidakpastian di pasar.
Harga minyak melemah seiring kekhawatiran atas meningkatnya pasokan AS dan ekonomi global. Kekhawatiran tersebut tetap timbul, walaupun ada sinyal dari OPEC untuk memperpanjang atau bahkan meningkatkan kesepakatan pembatasan output di tahun 2019.
Lebih lanjut, ada dijelaskan oleh tim riset itu bahwa pagi ini beberapa bursa saham dibuka mixed dengan IHSG di bursa saham Indonesia berpeluang menguat terbatas. Itu di tengah peluang window dressing dan penguatan nilai tukar Rupiah dan di sisi lain terjadi tekanan penurunan bursa AS yang cukup dalam.
Penulis: Adhito
