Jakarta, TopBusiness – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat kinerja pertumbuhan jumlah investor atau dalam Single Investor Identification (SID) sepanjang 2018 mencapai 44,06% dibanding 2017.
Peningkatan jumlah investor itu jauh lebih positif ketimbang tahun sebelumnya yang hanya bertumbuh 25,56%.
“Kinerja KSEI di 2018 sangat positif dengan adanya peningkatan SID yang sebesar 44,06% menjadi 1.617.367 investor per 26 Desember 2018 dari sebelumnya di 2017 sejumlah 1.122.668,” kata Direktur Utama Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Kamis (27/12/2018).
Jumlah tersebut, kata dia, SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN) dan efek lain yang tercatat di KSEI.
Dengan komposisinya, imbuhnya, 851.662 SID memiliki aset saham, 988.946 SID aset reksa dana, dan 195.119 SID aset SBN.
Terkait dengan SID di reksa dana yang lebih banyak sedikit ketimbang di saham, menurut Dirut yang biasa disapa Kiki ini, produk reksa dana memiliki channel pemasaran yang lebih luas.
“Karena bagi investor baru banyak di reksa dana. Tapi tahun depan kita akan genjot di saham. Makanya kita dorong banyak perusahaan yang bisa keluarkan RDN (Rekening Dana Nasabah). Salah satunya berasal dari data Dukcapil Kemendagri,” jelas dia dengan menargetkan SID di 2019 sebesar 40%-an.
Sementara dari sisi aset yang tercatat di C-BEST per tanggal 26/12 itu didominasi kepemilikannya oleh investor lokal sebanyak 54,71%. Angka itu meningkat tipid dari tahun sebelumnya yakni 54,50%.
“Sedang dari data demografinya investor se-Indonesia didominasi oleh pria (59,13%), berusia 21-30 tahun (39,72%), dan tersebar di Jawa (73,50%),” jelas Kiki.
Dengan komposisi tersebut, total aset C-BEST-nya mencapai Rp4.149,12 triliun ketika IHSG mencapai 6.127,85 poin per 26 Desember tersebut.
“Menurun tipis dari tahun lalu yang di angka Rp4.423,07 triliun ketika IHSG mencapai angka tinggi di 6.355,65 poin,” ucapnya.
Penulis: Tomy
