TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KEIN: Inflasi Pangan Era Jokowi Lebih Rendah

Nurdian Akhmad
2 January 2019 | 18:02
rubrik: Ekonomi
Laju Inflasi Maret 2018 Capai 0,2 Persen

Jakarta, TopBusiness – Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menilai, rendahnya angka inflasi tahun ini menambah daftar sukses pemerintah Presiden Jokowi dalam mengendalikan inflasi.

Apalagi pengendalian inflasi khususnya bahan makanan yang menjadi penyumbang terbesar inflasi ini bisa dilakukan oleh pemerintah selama lima tahun berturut-turut.

Dari hasil penghitungan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), rata-rata inflasi bahan makanan dari 2009 hingga 2013 sebesar 8,04%. Sementara itu, dari periode 2014-2018 rata-rata inflasi bahan makanan sebesar 5,17%. Jadi, rata-rata inflasi bahan makanan bisa diturunkan hingga menjadi sepertiganya. Atau jika dirata-ratakan, inflasi bahan makanan lebih dapat dikendalikan karena menurun hingga 36%.

“Dari hasil penghitungan KEIN, rata-rata inflasi dari 2009-2013 itu sebesar 8,04% sedangkan dari periode 2014-2014 sebesar 5,17%,” ujarnya di Kantor KEIN, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,62% (month to month/mtm). Angka ini mengalami kenaikan dari November 2018 yang sebesar 0,27%.

Sementara bila dilihat tahun kalender Januari hingga Desember 2018 maka inflasi sebesar 3,13% (year to date/ytd). Sementara, inflasi tahunan Desember 2018 sebesar 3,13% (year on year/yoy).

Menurut Arif, terkendalinya inflasi pangan tidak terlepas dari bisa ditekannya harga komoditas pangan utama seperti beras selama lima tahu terakhir ini. Pasalnya, harga beras menjadi komoditas pangan utama yang menjadi indikator rendah atau tidaknya angka inflasi.

Selama lima tahun belakangan ini, kontribusi harga beras terhadap inflasi rata-rata hanya sektiar 5,2%. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode lima tahun sebelumnya di mana kontribusi harga beras terhadap inflasi adalah rata-rata sebesar 8,5% per tahun.

BACA JUGA:   Kenaikan Tiket Pesawat Ikut Mengerek Inflasi
Tags: bpsinflasiKEIN
Previous Post

Kunjungan Turis ke Indonesia Naik Jadi 14,39 Juta

Next Post

BI Jaga Sasaran Inflasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR