Jakarta, TopBusiness – Untuk kesekian kalinya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dianugerahi penghargaan internasional. Kali ini, majalah The Banker menobatkan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Terbaik Global dan Asia Pasifik 2019.
Melansir dari The Banker, Kamis (3/1/2018), Indonesia dianggap memiliki daya tahan yang kuat saat menghadapi berbagai bencana di tahun lalu di bawah arahan Sri Mulyani.
Gempa bumi yang dahsyat di Lombok pada Agustus 2018 mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan luka hingga rusaknya infrastruktur. Jumlah kerugian dari rusaknya infrastruktur di sana mencapai Rp 5 triliun.
Mengatasi hal ini, Sri Mulyani mulai memperbarui respons negara terhadap bencana alam, melalui pembiayaan risiko bencana dan strategi asuransi gedung. Padahal di aturan sebelumnya, Indonesia hanya mengandalkan dana daruat Rp 3,1 triliun setiap tahun untuk perbaikan pascabencana alam.
“Pada tahun 2018, Indonesia menghadapi tragedi, tetapi negara mempertahankan ketahanannya di bawah bimbingan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati,” tulis keterangan tersebut.
Kementerian Keuangan sendiri mengalami tragedi ketika 21 karyawan menjadi korban meninggal dalam jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.
“Di tengah berurusan dengan tragedi manusia, negara ini masih melihat pertumbuhan yang mengesankan. Defisit anggaran untuk 2018 diperkirakan sekitar 1,86 persen, lebih rendah dari yang diperkirakan 2,19 persen dalam APBN 2018,” jelasnya.
Ucapan selamat kepada Sri Mulyani juga dilontarkan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde. Dalam akun twitternya, madam Lagarde juga turut mengapresiasi Sri Mulyani. Dia bilang, Sri Mulyani memang sangat layak mendapatkan gelar tersebut.
“Selamat untuk teman saya Sri Mulyani Indrawati dari Indonesia karena dinobatkan sebagai Finance Minister of the Year oleh The Banker. Luar biasa. Sangat layak,” tulis Lagarde.
