Jakarta, TopBusiness – Laju nilai tukar rupiah pada perdagangan sepanjang pekan ini diproyeksikan masih berada di zona hijau. Hal ini karena masih adanya beberapa sentimen positif yang menopangnya.
Mengutip Bloomberg di awal pekan ini, rupiah dibuka terapresiasi di tangga Rp 14.177. Angka tersebut berarti mata uang NKRI itu menguat 93 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level Rp14.270.
Bahkan dalam 1 jam pertama, masih di zona hijau ke posisi Rp14.095 atau menaik 175 poin alias 1,23 persen.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, tren rupiah yang masih di teritori positif ini terlihat dari pergerakan Rupiah yangcenderung mendekati lower bollinger band.
“Ini menandakan masih adanya kesempatan untuk kembali bergerak positif,” ungkap Reza di Jakarta, Senin (7/1/2019).
Ditambah lagi, katanya, kondisi rupiah akan kian positif jika kondisi global cukup mendukung dengan pelemahan USD seiring merespon pernyataan bank sentral AS, The Fed.
Di sisi lain, dia menambahkan, kondisi dari dalam negeri juga cukup kondusif terutama setelah BI kembali menegaskan akan tetap mengarahkan kebijakan moneter untuk lebih prostabilitas.
“Pernyataan BI itu dilakukan demi menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah,” terang Reza.
Empat instrumen lain, imbuhnya, yakni makroprudensial, pendalaman pasar keuangan, sistem pembayaran dan ekonomi & keuangan syariah akan disetir untuk lebih propertumbuhan yang akomodatif.
“Diharapkan pergerakan Rupiah masih dapat bertahan untuk tidak melemah dan masih adanya sejumlah sentimen yang masih mendukung penguatan,” harapnya.
Dengan situasi ekonomi yang seperti itu, Reza memperkirakan laju Rupiah akan berada pada rentang support di 14.365, sedang untuk pergerakan resisten rupiah di kisaran 14.332.
“Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat kembali membuat Rupiah berbalik melemah,” saran dia.
Penulis: Tomy
