Jakarta, TopBusiness—Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih berat untuk menguat. Hal ini dikarenakan dirilisnya beberapa data ekonomi AS yang membuat laju USD meroket.
Mengutip Bloomberg pagi ini, Rupiah dibuka di tangga Rp 14.072 atau anjlok 20 poin dan 0,14% dari penutupan sebelumnya di angka Rp 14.052.
Reza Priyambada, analis senior Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) menyebut, kendati laju Rupiah masih dapat bergerak positif di hari ini, namun juga rawan berbalik melemah seiring dengan mulai menguatnya laju USD.
“Kondisi itu karena adanya rilis beberapa data ekonomi AS yang dianggap positif dan belum berkurangnya posisi pelaku pasar pada mata uang USD,” jelas Reza di Jakarta, hari ini.
Dengan begitu, lanjut dia, membuat USD berpotensi menguat, sehingga dapat menahan penguatan Rupiah.
Sebelumnya, laju Rupiah meski sempat melemah, namun mampu kembali melanjutkan kenaikannya. Sentimen The Fed yang terlihat lebih lunak dari sebelumnya di mana pelaku pasar menilai agresifitas The Fed dalam menaikkan tingkat suku bunganya berkurang, membantu Rupiah kembali menguat.
Selain itu, kenaikan tingkat bunga penjaminan LPS sebesar 25 bps juga turut direspons baik pasar.
Berangkat dari situasi tersebut, Reza memprediksi laju Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14032-Rp 14065.
“Meski demikian, tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai pula adanya katalis yang dapat membuat laju Rupiah kembali melemah,” tutup Reza.
Penulis: Tomy
