Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan di teritori negatif. Kendati di sesi pembukaan menguat tipis.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.095 atau terapresiasi 31 poin dari penutupan kemarin di tangga Rp14.124. Laju mata uang NKRI itu masih positif dalam 30 menit pertama ke posisi Rp14.092.
Reza Priyambada, analis senior dari Asosiasi Analisis Efek Indonesia (AAEI) mengatakan, tren penguatan rupiah sendiri masih tertahan usai kemarin mengalami pelemahan.
“Apalagi dati aspek teknikal, jika posisinya telah menjauhi area lower bollinger band yang dibarengi dengan meningkatnya permintaan akan USD,” jelas dia di Jakarta, Selasa (15/1/2019).
Dengan siatuasi yang seperti itu, kata dia, akan membuat pelemahan Rupiah berpeluang kembali berlanjut. Namun hal itu akan terkait kondisi pasar yang merespin sentimen dari The Fed.
“Saat ini, outlook USD dinilai melemah setelah The Fed dianggap lebih melunak terhadap kenaikan suku bunganya. Akan tetapi, sebelumnya kondisi tersebut malah berbalik (direspon negatif),” kata dia.
Sebelumnya, laju Rupiah kembali melemah seiring dengan imbas pelemahan CNY setelah merespon penurunan data ekspor-impor Tiongkok. Pelaku pasar merespon negatif rilis data ekonomi Tiongkok itu.
Adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri terhalangi dengan imbas pelemahan CNY tersebut.
Adanya rilis data ekspor Tiongkok yang lebih lemah dari perkiraan, kata dia, telah memicu kekhawatiran akan semakin parahnya perlambatan di Tiongkok.
Dengan situasi yang seperti itu, Reza memproyeksi pergerakan Rupiah akan berada di kisaran 14.128-
14.112.
“Tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai adanya sentimen yang dapat membuat laju rupiah kembali melemah,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
