Jakarta, TopBusiness—Meskipun harus mengawali tahun dengan permintaan menurunkan harga jasa sewa harian rig, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) tetap mencatatkan kinerja memuaskan di sepanjang tahun 2018.
PDSI mampu memertahankan pendapatan konsolidasinya hingga sebesar USD 238 juta. Pendapatan ini melebihi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Revisi sebesar USD 237 juta dan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai USD 235 juta.
Direktur Utama PDSI Budhi N. Pangaribuan, menjelaskan hal itu melalui keterangan pers (20/1/2019).
Catatan lebih gemilang ditorehkan PDSI dengan pencapaian laba bersih melebihi 150 persen. Dari target USD 12 juta untuk tahun 2018 diperkirakan laba bersih melebihi USD 18 juta.
“Kami mampu memertahankan pendapatan di tahun ini salah satunya karena kami mampu meningkatkan angka utilitas dan produktivitas rig, serta sebaliknya menekan angka non-productive time (NPT).”
PT Patra Drilling Contractor (PDC), anak perusahaan PDSI, pun turut memberi andil terhadap pendapatan keseluruhan PDSI di tahun 2018. Menurut Budhi, peningkatan pendapatan PDC yang sangat signifikan memengaruhi PDSI berasal dari tingginya realisasi pendapatan dari unit bisnis Engineering, Procurement, Contractor (EPC).
Budhi meyakini PDSI dapat memertahankan bahkan meningkatkan pendapatannya lebih besar lagi di akhir tahun 2019. Selain karena faktor peluang-peluang kerja baru berskala besar yang terbuka lebar bagi PDSI dan PDC, keyakinan ini tidak lepas dari kehadiran Indonesia Drilling Training Center (IDTC).
(Adhito)
