TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Perkasa Akibat The Fed

Busthomi
31 January 2019 | 11:04
rubrik: Business Info
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksikan akan berontak di zona hijau. Hal ini dipiocu oleh pelemahanUSD gegara ditahannya suku bunga Bank Sentral AS, The Fed Fund Rate.

Pergerakan mata uang NKRI mengutip Bloomberg agi ini, dibuka di poasisi 14.040 atau melambung 91 poin dari penutupan kemarin di tangga 14.131.

menurut analis pasar uang dari Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail laju Dollar kemungkinan akan bergerak melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia lainya.

“Situasi itu dipicu pasca ditahannya tingkat suku bunga The Fed fund rate di level 2,25%-2,5% oleh The Fed tadi malam. Sehingga Dollar indeks diperkirakan akan bergerak di rentang 95.0-95.5,” ujar dia di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

saat memutuskan menahan suku bunganya, kata dia, pidato Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell itu menyatakan bahwa The Fed akan lebih bersabar dalam menaikan tingkat suku bunga tahun ini akibat outlook pertumbuhan ekonomi AS yang kurang bagus.

“Hal tersebut disebabkan berbagai ketidakpastian yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri AS. Kondisi itu pun selain mendorong pelemahan dollar juga menekan yield US treasury yang turun 4 bps pada kemarin,” terang Mikail.

Dengan begitu, lanjut dia, laju Rupiah kemungkinan akan menguat hari ini pasca ditahannya tingkat suku bunga AS tersebut.

“Yield SUN yang cukup atraktif diproyeksi masih akan mendorong investasi portofolio asing masuk ke pasar obligasi dan itu akan memperkuat rupiah,” tuturnya.

DItilik dari kondisi tersebut, dia menegaskan, pergerakan rupiah di pasar spot pun diperkirakan akan bergerak di rentang Rp 14.000/USD-Rp 14.030/USD.

Penulis: Tomy

BACA JUGA:   Bambu Spa Sosialisasikan Pentingnya Spa untuk Kesehatan
Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Fed Bertahan, IHSG Naik

Next Post

PTPP Rencanakan IPO Tiga Anak Usaha di 2020

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR