Jakarta, TopBusiness – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksikan akan berontak di zona hijau. Hal ini dipiocu oleh pelemahanUSD gegara ditahannya suku bunga Bank Sentral AS, The Fed Fund Rate.
Pergerakan mata uang NKRI mengutip Bloomberg agi ini, dibuka di poasisi 14.040 atau melambung 91 poin dari penutupan kemarin di tangga 14.131.
menurut analis pasar uang dari Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail laju Dollar kemungkinan akan bergerak melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia lainya.
“Situasi itu dipicu pasca ditahannya tingkat suku bunga The Fed fund rate di level 2,25%-2,5% oleh The Fed tadi malam. Sehingga Dollar indeks diperkirakan akan bergerak di rentang 95.0-95.5,” ujar dia di Jakarta, Kamis (31/1/2019).
saat memutuskan menahan suku bunganya, kata dia, pidato Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell itu menyatakan bahwa The Fed akan lebih bersabar dalam menaikan tingkat suku bunga tahun ini akibat outlook pertumbuhan ekonomi AS yang kurang bagus.
“Hal tersebut disebabkan berbagai ketidakpastian yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri AS. Kondisi itu pun selain mendorong pelemahan dollar juga menekan yield US treasury yang turun 4 bps pada kemarin,” terang Mikail.
Dengan begitu, lanjut dia, laju Rupiah kemungkinan akan menguat hari ini pasca ditahannya tingkat suku bunga AS tersebut.
“Yield SUN yang cukup atraktif diproyeksi masih akan mendorong investasi portofolio asing masuk ke pasar obligasi dan itu akan memperkuat rupiah,” tuturnya.
DItilik dari kondisi tersebut, dia menegaskan, pergerakan rupiah di pasar spot pun diperkirakan akan bergerak di rentang Rp 14.000/USD-Rp 14.030/USD.
Penulis: Tomy
