TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BEI Minta Investor Tak Perlu Risaukan Pemilu

Busthomi
1 February 2019 | 11:07
rubrik: Business Info
Hari Ini, Transaksi Saham Bernilai Rp 6,7 Triliun

Bursa Efek Indonesia (Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden yang akan digelar berbarengan pada April 2019 nanti sempat dianggap bakal mengganggu perekonomian termasuk sektor pasar modal.

Namun begitu, menurut Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna pelaksanaan pesta demojrasi tersebut pada tahun ini tidak akan menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih negatif, lantaran fundamental bursa saham maupun ekonomi domestik tercatat positif.

“Investor seharusnya jangan worry dengan election pada tahun ini, karena fundamental pasar modal kita maupun perekonomian kita masih baik dan kuat,” kata Nyoman dalam acara “How to Encounter Revolution Industry 4.0” di Gedung BEI Jakarta seperti ditulis, Jumat (1/2/2019).

Ditegaskan dia, optimisme BEI pada tahun ini bercermin pada keberhasilan pasar saham di sepanjang 2018. “Performance bursa pada tahun lalu sangat baik dengan kenaikan yang IHSG tertinggi di Asean pada tahun lalu,” ucapnya.

Bahkan secara historis, kata dia, pergerakan IHSG pada tahun-tanun pemilu tidak terpengaruh dengan dinamika politik yang berkembang. Berdasarkan catatan BEI, sebutnya, pad pelaksanaan Pemilu 2004, 2009 dan 2014, kegiatan politik terbukti tidak menekan IHSG.

“IHSG memang pernah mengalami tren penurunan, tetapi bukan karena pelaksanaan pemilu. Memang ada beberapa momentum penurunan IHSG, tetapi semua itu lebih dipengaruhi oleh kondisi eksternal,” papar Nyoman.

Dia menyebutkan, momentum penurunan IHSG tersebut lebih dipicu oleh kondisi global terkait kasus subprime mortgage, kebijakan suku bunga Federal Reserve AS dan pada 2015 terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi China.

“Jadi, investor jangan khawatirkan pelaksanaan pemilu, karena fundamental ekonomi kita memang masih baik. IHSG di sepanjang tahun politik akan tetap baik, asalkan tidak ada gejolak pada stabilitas keamanan,” papar Nyoman.

BACA JUGA:   BSN Tetapkan SNI Lingkup Peralatan Gas Medis dan Perlengkapannya

Selain itu, jelas dia, para pelaku usaha juga mempercayai eksistensi Bursa sebagai wadah penggalangan dana dalam upaya mendorong ekspansi bisnis.

“Sepanjang 2018 ada 57 perusahaan yang IPO. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak 1992,” tegas Nyoman.

Bahkan, lanjut dia, pada tahun lalu jumlah investor pasar modal bertumbuh sebesar 35 persen menjadi 1,6 juta single investor identification (SID). “Ini menjadi modal optimisme Bursa untuk menjalani tahun ini sebagai tahun Pemilu,” pungkas Nyoman.

Penulis: Tomy

Tags: beiinvestor
Previous Post

Kembali ke Rp13.000-an, Rupiah Kian Perkasa

Next Post

Saham ASSA Diteropong Otoritas Bursa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR