TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Bisnis Perawatan Pesawat, GMFI Bentuk Dua Anak Usaha

Busthomi
13 February 2019 | 16:08
rubrik: Business Info
GMFI Targetkan Bisa Garap Pasar Perawatan Pesawat di Asia Tenggara

Fasilitas perawatan pesawat di GMF/Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) terus mendorong percepatan laju bisnisnya di bidang perawatan pesawat dengan membentuk dua anak usaha baru. Yaitu PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) dan PT Garuda Energi Logistik & Komersial (GELK).

Kedua anak usaha tersebut merupakan pengembangan dari diferensiasi usaha yang nantinya akan mendukung kegiatan usaha utama GMF di bisnis perawatan pesawat dan juga Garuda Indonesia Group.

GDPS resmi berdiri pada 25 Januari 2019 lalu sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan sumber daya manusia untuk industri aviasi.

Perusahaan patungan antara GMF dengan Koperasi Karyawan GMF AeroAsia ini menyasar tingginya kebutuhan SDM berkualifikasi tinggi dalam industri aviasi seperti jasa perawatan pesawat, layanan darat dan keamanan penerbangan.

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mewakili pemegang saham mayoritas menegaskan, langkah awalnya GDPS akan menyasar kebutuhan SDM dari lingkup Garuda Indonesia Group.

“Kebutuhan yang tinggi ini bisa diakomodir oleh kekuatan GDPS yang memiliki jaringan di bisnis perawatan pesawat yang cukup kuat. Juga orang-orang di manajemennya sudah berpengalaman dalam mencetak SDM berkualifikasi tinggi di bidang aviasi,” ujar Iwan di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Dibentuknya GDPS ini juga sebagai langkah efisiensi dalam penyediaan SDM yang selama ini banyak dilakukan di lingkup Garuda Indonesia Group.

Langkah taktis selanjutnya, kata Iwan, dengan mulai memberikan layanan kepada pelanggan GDPS, termasuk GMF. Sehingga diharapkan dalam kurun waktu lima tahun, GDPS dapat menunjukan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan penerapan teknologi baru dan layanan secara menyeluruh dalam hal ketenagakerjaan kepada pelanggan.

“Ke depan, diharapkan pasar GDPS lebih luas lagi daripada lingkungan Garuda Indonesia Group,” harapnya.

BACA JUGA:   Dahua Pamerkan Produk CCTV di Indonesia Smart Securty Expo

Selain GDPS, untuk memperkuat posisinya di industri perawatan pesawat juga dibentuk GELK yang akan bergerak di bidang perdagangan suku cadang dan mesin pesawat udara, sewa guna usaha suku cadang dan mesin pesawat udara, perdagangan umum, penyediaan energi listrik, distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta pengelolaan limbah.

GELK dibentuk dalam rangka menunjang kegiatan operasional penerbangan dengan harga yang kompetitif. “Perusahaan ini dibentuk atas patungan antara GMF dan Aerowisata dengan komposisi saham 99% berbanding 1%,” tegasnya.

Iwan menambahkan, dibentuknya GELK untuk mengembangkan bisnis pendukung jasa perawatan pesawat untuk dapat menghasilkan keuntungan bagi grup dan afiliasinya.

“Apalagi untuk limbah sisa produksi sendiri ternyata dapat dikelola menjadi energi terbarukan untuk pasokan listrik. Bisnis model seperti ini membawa banyak keuntungan bagi perusahaan dan juga lingkungan,” pungkas Iwan.

Penulis: Tomy

Tags: garudaGMF
Previous Post

Usai Stock Split, Saham MARK Naik 17,99 Persen

Next Post

Harga Brent Naik Lebih dari 1%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR