Jakarta, TopBusiness – BUMN operator terminal pelabuhan, PT Pelindo III (Persero) di tahun ini telah menyiapkan rencana investasi untuk infrastruktur pelabuhan mencapai Rp6,44 triliun.
Investasi tersebut akan dialokasikan perseroan untuk membiayai sejumlah proyek strategis di seluruh wilayah kerja Pelindo III yang tersebar di tujuh provinsi.
Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung mengatakan dari rencana investasi tahun 2019 tersebut sebesar 84 persen atau sekitar Rp5,4 triliun akan dialokasikan untuk proyek multi years dan 16 persen atau sekitar Rp1,04 triliun untuk membiayai proyek baru.
“Jadi beberapa proyek merupakan pekerjaan multi years (tahun jamak) dan sisanya sejumlah proyek baru. Investasi kami ini masih fokus pada penyelesaian pembangunan infrastruktur pelabuhan dan pendukungnya,” terang dia di Jakarta, Kamis (14/2/2019).
Salah satu pendukung infrastruktur pelabuhan itu, kata dia, seperti akses jalan layang (flyover) yang menghubungan Terminal Teluk Lamong dengan jalan tol dan pembangunan Terminal Gilimas di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Doso menyebut, investasi yang dilakukan Pelindo III akan berdampak bagi operasional pelabuhan. Misalnya jalan layang Terminal Teluk Lamong. Keberadaan jalan akses tersebut akan mengurai kemacetan yang saat ini seringkali terjadi di jalan akses menuju Terminal Teluk Lamong.
“Dengan adanya jalan layang, jalan akses Terminal Teluk Lamong akan langsung terhubung dengan jalan tol Surabaya-Gresik,” kata dia.
Dia menambahkan, contoh lainnya di Terminal Gilimas di Lombok Barat, NTB. Dulu kapal pesiar tidak bisa bersandar di Pelabuhan Lembar (pelabuhan eksisting) karena kendala kedalaman alur dan kolam pelabuhan. Para wisatawan kapal pesiar terpaksa menaiki kapal-kapal kecil untuk mencapai dermaga.
“Tapi dengan adanya Terminal Gilimas ini kapal pesiar dapat langsung bersandar dan menurunkan wisatawan di terminal pelabuhan. Selain itu juga akan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di NTB. FlyoverTerminal Teluk Lamong dan Terminal Gilimas ini akan siap tahun 2019 ini,” papar dia.
Pelindo III juga menyiapkan beberapa pekerjaan baru di 2019 ini, seperti pembangunan terminal LNG di Pelabuhan Tanjung Perak, pemasangan sejumlah shore power connection di sejumlah pelabuhan, dan modernisasi peralatan bongkar muat di sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh perseroan.
Doso mengungkapkan, setiap perencanaan dan pelaksanaan investasi di pihaknya selalu berpegang teguh pada aturan dan prinsip tata kelola perusahaan. Karena itu pihaknya di akhir 2018 lalu menggandeng Kejaksaan Agung untuk melakukan pendampingan melalui Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dan Daerah (TP4D).
Sementara terkait sumber pendanaan untuk investasi tersebut, kata dia, masih menggunakan kas internal perusahaan serta hasil dari pinjaman surat utang global (global bond) tahun 2018 lalu yang sebesar US$ 500 juta.
“Kami juga akan lakukan kerja sama baik dengan sinergi BUMN maupun pihak swasta, serta mendorong optimalisasi sumber daya Pelindo III Group,” pungkasnya.
Penulis: Tomy
